Sabtu, 19 Agustus 2017

Wilayah Tercemar Limbah B3

Gus Ipul Bantu Ringankan Beban Warga Lakardowo

Senin, 12 Juni 2017 19:54:17 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gus Ipul Bantu Ringankan Beban Warga Lakardowo

Surabaya (beritajatim.com) - Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memiliki perhatian tersendiri bagi warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Gus Ipul memberikan bantuanuang sebesar Rp 125 juta. Uang tersebut diperuntukkan membeli air bersih sebesar Rp 75 juta dan sisanya Rp 50 juta untuk melakukan penelitian bersama tim independen dari ITS Surabaya.

"Ini adalah bantuan sementara. Sifatnya untuk meringankan beban pengeluaran warga di tiga dusun di Desa Lakardowo. Yaitu, Dusun Kedung Palang, Dusun Sumber Wuluh dan Dusun Sambi Gembol. Selama ini warga membeli air dari Pacet untuk persediaan air bersih, karena air sumurnya katanya tidak bisa digunakan untuk keperluan minum atau memasak," kata Gus Ipul kepada wartawan di kantor gubernur, Senin (12/6/2017).

Sekadar diketahui, warga tiga dusun di Desa Lakardowo beberapa tahun terakhir mengeluhkan kondisi wilayahnya yang diduga tercemar limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) PT Pria. Yang paling parah adalah pencemaran air yang menyebabkan air sumur warga tidak bisa digunakan untuk keperluan minum atau memasak.

Bahkan jika dipakai mandi, bisa menyebabkan penyakit kulit. Selama ini, kebutuhan air bersih dibeli dari Pacet sebesar Rp 2 ribu per galon atau Rp 300 ribu per tangki. Pembelian air bersih ini dilakukan tiap dua hari sekali. "Kalau setahun membutuhkan Rp 270 juta. Nah, Rp 75 juta ini adalah bantuan awal. Nanti ada lagi," ungkapnya.

Pemkab Mojokerto, kata Gus Ipul, saat ini dikabarkan telah melakukan upaya pemasangan pipa agar warga tiga dusun bisa teraliri air bersih. "Sambil menunggu pembangunan pipa ini, saya membantu mengurangi beban warga berupa pembelian air bersih. Jadi bantuan ini sifatnya sementara," terangnya.

Sementara itu, mengenai bantuan Rp 50 juta untuk penelitian, Gus Ipul menyatakan, selama ini warga tidak percaya dengan hasil penelitian dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), yang menyebut tidak ada pencemaran di tiga dusun tersebut. Hasil penelitian KLH menyebutkan, yang menyebabkan warga menderita penyakit kulit adalah gaya hidup tidak sehat yang diterapkan warga.

"Makanya saya bantu untuk biaya penelitiannya. Nanti apapun hasilnya, agar dijadikan referensi. Sebab selama ini warga tidak percaya dengan hasil penelitian KLH. Kami bantu carikan solusi agar ketegangan antara PT Pria dan warga ini bisa selesai. Sebab Jatim saat ini membutuhkan pabrik pengelola limbah seperti PT Pria," pungkasnya. (tok/ted)

Tag : gus ipul

Komentar

?>