Sabtu, 27 Mei 2017

Gus Ipul Resmikan Masjid At-Tauhid milik H Mudhofi

Kamis, 11 Mei 2017 19:18:41 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gus Ipul Resmikan Masjid At-Tauhid milik H Mudhofi

Surabaya (beritajatim.com) - Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meresmikan Masjid At-Tauhid di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Kamis (11/5/2017). Masjid milik Direktur Utama PT Dharma Utama Sentosa, H Mudhofi Hadisiswoyo ini berada di dalam Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien.

Gus Ipul sangat menginginkan Masjid At-Tauhid menjadi masjid multi fungsi. Artinya, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sholat wajib lima waktu, tetapi juga berfungsi spiritual, fungsi sosial, ekonomi dan politik.

"Sebuah masjid apabila hanya untuk memenuhi kebutuhan sholat lima waktu, maka masjid tersebut akan sering tutup daripada bukanya. Untuk itu, masjid perlu diramaikan dengan pengajian majelis taklim, TPQ, unit usaha BMH atau ada klinik pengobatannya," ujarnya.

Menurut dia, sebagai fungsi pendidikan, masjid sebagai tempat untuk mempelajari Islam lebih mendalam. Sedangkan di bidang ekonomi, masjid pada awal perkembangan Islam sebagai tempat untuk mendistribusikan harta zakat, sedekah, yang dibagikan kepada mereka yang memerlukan.

Sedang di bidang politik, masjid sebagai tempat berkumpulnya para ulama untuk bermusyawarah menyelesaikan suatu permasalahan yang sedang ramai dibicarakan masyarakat.

"Kami inginkan masjid mempunyai peran nyata dalam pembangunan," katanya.

Oleh karena itu agar orang mencintai masjid, selain mempunyai berbagai fungsi juga harus ada tambahan motivasi. Semisal lingkungan masjid yang harus bersih, memiliki sound system yang bagus, nyaman dan kebutuhan air untuk berwudhu lancar dan bersih.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan sebuah masjid menyediakan pelayanan dasar yang diperlukan masyarakat sekitar. Semisal, adanya klinik kesehatan, BMT (Baitul Maal wa Tamwil) atau lembaga keuangan Islam mikro (koperasi syariah), sehingga mampu membantu masyarakat yang membutuhkan permodalan.

Gus Ipul juga berpesan agar pondok pesantren mengajarkan generasi yang kuat dan meneruskan ajaran Nabi Besar Muhammad SAW. "Kita bentengi anak-anak dari hal-hal negatif karena pengaruh dari kemajuan teknologi seperti materi pornografi dan berita-berita hoaks di gadget handpone," pungkasnya.

Pengasuh Ponpes Sabilil Muttaqien Hadik Burhani mengatakan bahwa Masjid At-Tauhid dikerjakan dalam kurun waktu 17 bulan dan menelan biaya sekitar Rp 3 miliar.

Pendiri Yayasan Ibrahimy H Mudhofi Hadisiswoyo mengatakan, setelah mendirikan Ponpes Sabilil Muttaqien, pihaknya akan membangun pabrik gula mini. Pembangunan pabrik gula ini merupakan program Yayasan Ibrahimy di bidang ekonomi kerakyatan.

"Kami punya beberapa program jangka pendek. Salah satunya membangun pabrik gula mini di Tulungagung. Pembangunan pabrik gula mini ini merupakan program jangka pendek yayasan Ibrahimy yang harus dilaksanakan secepatnya. Dalam satu hari bisa menghasilkan 50 ton tebu," tandasnya.

Setelah meresmikan Masjid At-Tauhid, Gus Ipul berkesempatan membuka Workshop Karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh IKA UNESA di Aula MAN 3 Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

Pada kesempatan itu Gus Ipul menyampaikan bahwa seorang guru mempunyai peranan yang sangat besar dalam proses belajar mengajar untuk melahirkan generasi yang cerdas, pintar, terampil dan berakhlak.

Sementara itu Ketua IKA Unesa Zaenal Arifin mengatakan maksud diadakannya workshop karya tulis ilmiah adalah ingin meningkatkan SDM guru dengan cara melahirkan karya tulis ilmiah sederhana mengingat  masih banyak guru yang tidak pernah menulis karya tulis ilmiah.

"Selain itu IKA UNESA menginginkan agar  para guru menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada para murid untuk meningkatkan ekonomi keluarga dikemudian hari," pungkasnya. [tok/but]

Tag : gus ipul

Komentar

?>