Minggu, 23 Juli 2017

Gus Ipul Ajak PT Smelting Perkuat Industri Pengolahan

Jum'at, 17 Maret 2017 22:46:56 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gus Ipul Ajak PT Smelting Perkuat Industri Pengolahan

Surabaya (beritajatim.com) - PT Smelting merupakan satu-satunya smelter yang sudah beroperasi di Indonesia sejak 20 tahun lalu. Oleh sebab itu, sebagai bentuk meningkatkan kerjasama, PT Smelting harus ikut memperkuat industri pengolahan yang ada di Jatim.

"Hal ini sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo pada rapat terbatas beberapa hari yang lalu, dimana pemprov Jatim diminta untuk fokus terhadap pengembangan industri olahan, perdagangan, jasa dan pertanian. PT Smelting menjadi bagian penting di dalamnya," kata Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat syukuran PT Smelting di kantor PT Smelting, Gresik, Jumat (17/3/2017).

Gus Ipul menjelaskan, keberadaan PT Smelting sangat membantu neraca perdagangan Jatim. Produk PT Smelting 60 persen untuk diekspor dan 40 persen sisanya diserap pasar dalam negeri.

"Dengan adanya industri pengolahan seperti PT Smelting, bahan baku bisa diolah di Jatim. Investor harus mendatangkan bahan baku untuk diolah di Jatim, bukan mengirim bahan baku keluar Jatim. Tujuannya adalah ada nilai tambah bagi neraca perdagangan Jatim," ujarnya.

PT Smelter, lanjut dia, berkontribusi terhadap tersedianya asam sulfat bagi pabrik pupuk, khususnya PT Petrokimia Gresik. Dengan tercukupinya bahan baku pupuk maka jalan untuk meningkatkan produktifitas pertanian semakin besar.

"Pemprov Jatim akan mendukung keberadaan PT Smelting di Jatim, karena selain meningkatkan neraca perdagangan, juga ambil bagian dalam program ketahanan pangan di Indonesia. Dimana Jatim menjadi salah satu lumbung pangan nasional," tuturnya.

Dia menginginkan agar kapasitas smelter bisa naik tiga kali lipat dari sekarang. Dimana saat ini, kapasitas produksinya sebesar 300 ribu ton/tahun. Alangkah lebih baik kalau PT. Smelting bisa meningkatkan kapasitas produksinya 1-3 juta ton/tahun. Sehingga, suplai asam sulfat untuk pabrik pupuk juga meningkat.

Gus Ipul menambahkan agar para investor lain di Jepang untuk ikut mengolah bahan baku di Jatim. Pemprov memberikan jaminan dalam berinvestasi (government guarantee) meliputi kemudahan perizinan, pengadaan lahan, ketersediaan energi/listrik dan iklim buruh yang demokratis.

Sebagai informasi, produk utama dari PT Smelting adalah katoda tembaga. Sedangkan produk sampingan di antaranya asam sulfat, gipsum, copper slag, lumpur anode dan teluride tembaga. Mengingat produk sampingan berupa asam sulfat dan gypsum yang sangat banyak  menjadikan alasan smelter dibangun berdekatan dengan Pabrik Petrokimia dan Pabrik Semen Indonesia. Tujuannnya adalah agar ramah lingkungan dan efisien.

Berdasarkan data BPS, pada tahun 2016 nilai impor besi dan baja Jawa Timur sebesar 1,23 miliar dollar AS atau memberikan kontribusi sebesar 7,85 persen terhadap total impor non-migas Jawa Timur yang sebesar 16,68 miliar dollar AS.

Dari seluruh kelompok barang utama impor non-migas Jawa Timur, kelompok barang besi dan baja menempati peringkat kedua terbesar setelah komoditi mesin-mesin/peralatan mekanik. Di Jatim, terdapat 55 perusahaan logam dasar besi baja, dengan produk utama berupa billet baja/bloom, baja lembaran, pipa baja, besi beton dan kawat baja. Industri tersebut umumnya tersebar di daerah Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto. [tok/suf]

Tag : gus ipul

Komentar

?>