Selasa, 26 September 2017

Banjir Lumpur Pasuruan, Gus Ipul Minta Warga Gotong Royong Bersihkan Rumah

Jum'at, 06 Januari 2017 11:17:55 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Banjir Lumpur Pasuruan, Gus Ipul Minta Warga Gotong Royong Bersihkan Rumah

Pasuruan (beritajatim.com) - Pasca banjir akibat luapan Sungai Juri yang menggenangi  wilayah di Purwosari tepatnya di sisi Jalan Raya Purwodadi-Purwosari Pasuruan, masyarakat diminta bergotong royong untuk membersihkan rumah yang terdampak.

Ini disampaikan Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau lokasi banjir di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jumat (6/1/2017). Gus Ipul didampingi Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dan Kepala Pelaksana BPBD Jatim Sudarmawan dan

Menurut dia, masyarakat tidak sendirian dalam memperbaiki rumah maupun fasilitas umum yang rusak. Pihaknya dan Pemkab Pasuruan ikut turut ambil bagian di dalamnya.

"Data sementara ada 10 rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir.  Untuk perbaikan rumah dan fasilitas jalan desa, Pemkab Pasuruan yang akan menangani. Sedangkan Pemprov Jatim akan memperbaiki beberapa fasilitas di sekitar sungai seperti plengsengan  dan jembatan yang rusak," ucap Gus Ipul.

Ia menuturkan banjir yang terjadi Kamis sore (5/1/2017) kemarin, cukup mengagetkan di mana air sungai Juri sampai meluber ke Jalan Raya Malang-Surabaya sehingga mengganggu arus lalu lintas yang menghubungkan kedua kota dan sekitarnya.

"Selama ini, banjir yang terjadi tidak separah sekarang. Banjir biasa surut 20 menit, tapi kejadian kemarin baru surut sekitar satu jam. Pastinya ada penyebabnya," ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan penyebab banjir adalah curah hujan yang cukup tinggi sehingga mempengaruhi volume air yang ada, resapan air kurang, aliran air tertutup material dari atas dan ada beberapa jembatan yang tidak sesuai spesifikasi kelayakan. "Bisa dilihat, ada beberapa kayu dan bambu yang menghambat  arus air yang melewati jembatan. Kayu dan bambu tersebut berasal dari jembatan yang rusak di atas aliran," jelasnya.

Adapun penyebab lainnya yang masih dalam identifikasi diantaranya ada alih fungsi lahan di sekitar pegunungan dan pembangunan jalan tol. "Hal itu masih dikaji, nanti pemprov Jatim akan berdiskusi dengan Pemkab Malang dan Pemkab Pasuruan dalam menangani banjir serupa untuk jangka panjang. Untuk jangka pendek bisa dilihat masyarakat bersama pemerintah bahu membahu membersihkan rumah. Kalau perlu dilakukan pengerukan pemprov Jatim siap membantu," pungkasnya. (tok/ted)

Berita Terkait

    Komentar

    ?>