Selasa, 27 Juni 2017

Gus Ipul Sidak ke 'Wisata Jeglongan Sewu' Gresik

Kamis, 05 Januari 2017 10:29:53 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gus Ipul Sidak ke 'Wisata Jeglongan Sewu' Gresik

Gresik (beritajatim.com) - Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Kadis PU Bina Marga Provinsi Jatim Gatot Sulistyo Hadi sidak ke Jalan Raya Manyar Sembayat, Desa Betoyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Jalan yang rusak parah penuh lobang menganga dan bergelombang ini kini mendapat julukan 'Wisata Jeglongan Sewu'.

Kedatangan rombongan Gus Ipul diterima Bupati Gresik Sambari dan Kepala Bidang Pembangunan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Achmad Subkhi. Mereka langsung meninjau jalan berlubang yang membuat kemacetan parah dan merugikan masyarakat di ruas jalan nasional ini.

Ada beberapa penyebab rusaknya jalan Daendels ini menurut Gus Ipul. Pertama, konstruksi jalan yang tidak bagus dengan kondisi tanah yang labil sehingga mudah amblas. Sementara, di satu sisi aspal merupakan musuh utama air yang membuat aspal mudah mengelupas.

Penyebab kedua, di ruas tersebut saat ini mengalami over kapasitas atau tonase cukup tinggi. "Jalan ini kan merupakan ruas utama yang menghubungkan Pelabuhan Lamongan Integrated Shorebase dan Pelabuhan Gresik serta masuk kawasan industri sehingga banyak kendaraan dan bertonase besar yang melintasinya," katanya kepada wartawan di lokasi.

Hal lain yang menyebabkan rusaknya jalan di Betoyo, yakni adanya proyek pemasangan instalasi pipa gas dari PT Perusahaan Gas Nasional (PGN). Di mana bekas galian yang dilakukan PGN penutupannya kurang profesional dan diurug ala kadarnya. Dari 7 km masih terselesaikan 5 km.

Sementara di sisi lain tanah bekas urugan menutup saluran drainase air di jalan dan berdampak munculnya genangan yang membuat jalan rusak dan kubangan.

"Meskipun ini jalan nasional dan Balai Besar yang bertanggung jawab, saya dan Pak Bupati Gresik turun langsung. Ini membuktikan pemerintah atau negara hadir. Jalan rusak ini menunjukkan pemeliharaan jalan anggarannya tidak sesuai. Jalan bolong-bolong bisa saja karena konstruksi yang tidak bagus, bukan hanya karena muatan tonase berlebih," jelasnya.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menambahkan, jalan rusak ini menimbulkan kerugian masyarakat dan kerugian ekonomi.

"Dalam satu hari bisa mencapai kerugian hingga Rp 7 miliar, karena ini jalur pantura. Ini wewenang Balai Besar, saya harapkan perhatian serius. Kalau hanya dianggarkan pemeliharaan jalan Rp 4 miliar jelas nggak cukup. Mohon maaf saya patok jalannya, ini demi kepentingan orang banyak," tukasnya.

Gus Ipul kembali menegaskan kondisi jalan rusak di Manyar Sembayat Gresik ini sudah cukup darurat. "Pemerintah provinsi punya policy untuk menyelesaikan kerusakan jika terjadi di  jalan provinsi. Pada awal tahun dan akhir tahun jelas terjadi kerusakan jalan karena musim hujan. Mekanismenya diubah, tendernya pada akhir tahun. Awal tahun pakai dulu dana swakelola dan diperbaiki sendiri sambil menunggu pemenang tender. Kalau pusat (Balai Besar, red) ini kan longsegment dan menunggu banyak lobang dulu baru ditambal," tuturnya. (tok/kun)

Tag : gus ipul

Komentar

?>