Kamis, 23 Maret 2017

Gus Ipul: Tindak Perusahaan Pekerjakan 26 TKA Ilegal China

Kamis, 22 Desember 2016 10:54:15 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gus Ipul: Tindak Perusahaan Pekerjakan 26 TKA Ilegal China

Surabaya (beritajatim.com) - Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim menindak tegas perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal yang terbukti melanggar aturan.

Pernyataan Gus Ipul ini disampaikan menyusul temuan 26 TKA ilegal dari 29 TKA asal China di sebuah perusahaan yang ada di Mojokerto. "Saya sudah minta Pak Kardo (Kepala Disnakertransduk Jatim) memberi sanksi tegas perusahaan yang mempekerjakan TKA asing ilegal sesuai ketentuan yang berlaku," kata Gus Ipul, Kamis (22/12/2016).

Gus Ipul juga menilai jika penemuan 29 Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal China di Mojokerto ini merupakan fenomena gunung es. "Masih banyak di bawah permukaan yang perlu kita pastikan secara terus menerus keberadaan TKA ilegal. Saya mengundang semua pihak untuk memberikan informasi lewat saluran yang ada baik pemda maupun yang lain agar bisa kita tindak lanjuti," tegas Gus Ipul.

Seluruh serikat pekerja yang ada di Jawa Timur, diharapkan juga turut aktif menjadi mata dan telinga masyarakat sehingga keberadaan TKA ilegal bisa segera dibongkar dan ditertibkan.

Keberadaan TKA ilegal, kata Gus Ipul, dipastikan akan mengurangi kesempatan tenaga kerja lokal untuk mendapatkan pekerjaan. Apalagi jika TKA masuk dan bekerja pada tenaga kerja kasar yang harusnya bisa diisi oleh tenaga kerja lokal.

"Informasi yang kita dapat dari Kantor Kemenkumhan Jatim, memang terjadi peningkatan tajam pelanggaran keimigrasian. Dibanding tahun 2015 tercatat ada 16 pelanggaran, 14 orang  di antaranya berasal dari negeri Tiongkok," kata Gus Ipul.

Namun pada tahun 2016 ini, jumlah TKA ilegal kemungkinan bisa mencapai ratusan orang. Bulan lalu saja, tercatat ada sekitar 200 orang yang menggunakan visa turis (kunjungan wisata) diketahui overstay dan sampai sampai sekarang tidak diketahui keberadaanya.

"Jumlah ini hanya yang terdeteksi melalui Bandara Internasional Juanda. Kami belum tahu jika mereka mendaratnya di Manado, Bali, atau Jakarta yang masuk Jatim melalui transportasi lokal seperti kereta api dan bus," ujar Gus Ipul.

Menurut dia, pemprov Jatim akan terus bekerjasama dengan semua pihak untuk memastikan tidak ada lagi pekerja ilegal di Jatim.

Pemprov Jatim juga berharap Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bisa memperketat perizinan TKA. "Jatim juga tidak akan sembarangan untuk memperpanjang izin TKA. Perlu diketahui untuk izin TKA yang mengeluarkan pusat sementara untuk memperpanjang menjadi kewenangan daerah," tambah Gus Ipul.

Sekadar diketahui, dalam inspeksi mendadak yang digelar Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Timur pada Rabu (21/12/2016) kemarin di sebuah perusahaan yang ada di Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto ditemukan adanya 29 TKA asal China yang bekerja sebagai pekerja kasar diantaranya sebagai pemanas besi, mencatat besi bekas yang masuk, sopir alat berat, serta beberapa pekerjaan kasar yang sebenarnya bisa dikerjakan oleh pekerja lokal.

Dalam sidak kali ini, Disnasker juga menemukan adanya mess atau tempat menginap para TKA yang lokasinya disembunyikan jauh dibelakang pabrik. Bahkan kondisi mess tidak layak, ruangan ukuran 2X2 yang dipenuhi dengan barang bahkan terdapat minuman keras 1 krat dan ditemukan rokok dari China yang tidak ber cukai. Dalam sidak kali ini juga diketahui dari 29 TKA, hanya 3 TKA yang berizin dan mayoritas dari mereka tidak bisa berbahasa Indonesia. (tok/kun)

Tag : tki ilegal

Berita Terkait

    Komentar

    ?>