Selasa, 26 September 2017

Gus Ipul: Kasus TKA China di Gresik Jelas Pelanggaran

Kamis, 15 Desember 2016 16:37:50 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gus Ipul: Kasus TKA China di Gresik Jelas Pelanggaran

Surabaya (beritajatim.com) - Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pihaknya bersama Kanwil Kemenkumham Jatim telah melakukan pengawasan seluruh warga negara asing di Jatim.

Ini juga termasuk di antaranya yang ditulis beberapa media terkait tenaga kerja asing (TKA) ilegal alias tak berizin di Gresik.

"Termasuk isu TKA yang tidak memiliki izin alias ilegal. Kami tahu TKA tak berizin ini terjadi di beberapa daerah di Jatim. Saya sendiri sudah melakukan rapat dengan Kanwil Kemenkumham Jatim diberi laporan dan memang faktanya ada beberapa indikasi bahwa pelanggaran keimigrasian saat ini meningkat," tegasnya kepada wartawan di Surabaya, Kamis (15/12/2016).

Menurut dia, tahun lalu ada 16 pelanggaran keimigrasian di Jatim. Sebanyak 14 pelanggaran di antaranya berasal dari warga negara China dan sisanya negara lain. Mereka ini sudah diproses dan dideportasi kembali ke negaranya.

Sementara untuk tahun ini, sesuai laporan Kanwil Kemenkumham Jatim ada 150-200 orang warga negara asing yang masuk dari Bandara Internasional Juanda Surabaya dan sudah overstay.

"Kami belum tahu keberadaan mereka ada di mana sekarang. Kami memang sedang mencari tahu dan berusaha untuk memastikan setiap perusahaan apakah mempekerjakan orang yang benar alias legal," tukasnya.

Untuk kasus TKA Gresik, sesuai laporan Disnakertransduk Jatim, Gus Ipul menegaskan memang terdapat pelanggaran bahwa separuh punya izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) dan separuhnya masih dalam proses perpanjangan.

"Itu kan nggak benar. Izinnya belum ada ngakunya masih dalam proses. Pelanggaran memang terjadi. Kami harap ini jadi perhatian semua pihak. Kami akan lihat sanksi apa yang memungkinkan bagi mereka yang melakukan pelanggaran, termasuk perusahaan BUMN yang mempekerjakan mereka tenaga kerja asing ilegal," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Disnakertransduk Provinsi Jatim tidak membantah adanya 76 orang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di PT Wuhan Engineering. Mereka inilah yang menggarap proyek di pabrik Ureea dan Amoniak milik BUMN PT Petrokimia Gresik.

"Sejak April hingga November 2016 ada TKA 76 orang asal China. Perusahaannya ada tiga kontraktor. Pada Juni 2016 tim Disnakertransduk Jatim telah turun melakukan pengawasan," kata Kadisnakertransduk Jatim Sukardo kepada wartawan di kantornya, Rabu (14/12/2016).

Hasil pengawasan pihaknya diketahui bahwa dari 76 orang TKA itu, untuk izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) yang masih berlaku hanya 32 orang TKA. Sedangkan sisanya 44 orang TKA masih proses perpanjangan alias masih diurus.

"Pada November 2016, juga telah dilakukan sweepping dari pihak Imigrasi Tanjung Perak. Kemudian, pada 1 Desember 2016 juga ada somasi dari asosiasi pekerja proyek di sana kepada perusahaan. Itu informasi dari Disnaker Gresik. Langkah selanjutnya, mereka melakukan koordinasi dengan imigrasi dan kepolisian," tukasnya.

Sukardo menegaskan, tim pengawas sudah turun melakukan pemeriksaan apakah ada kesesuaian IMTA dengan Rencana Penempatan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). (tok/ted)

Tag : tenaga kerja

Berita Terkait

    Komentar

    ?>