Kamis, 15 Nopember 2018

Ingin Tahu Kedekatan Pak Harto dan Om Liem (5)

Om Liem: Mertua Bung Karno Pembawa Hoki

Senin, 20 Agustus 2018 13:54:51 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Om Liem: Mertua Bung Karno Pembawa Hoki

Walaupun tak pernah memperoleh privilege dari Presiden Soekarno selama rezim Orde Lama, Liem Sioe Liong (Om Liem) nyatanya cukup lama menjalin hubungan bisnis dengan mertua Bung Karno, Hasan Din.

Bagaimana gambaran kerja sama bisnis antara Hasan Din dan Om Liem? Hasan Din merupakan tokoh Muhammadiyah dari Provinsi Bengkulu. Dia ayahanda Fatmawati, istri Bung Karno, yang dinikahi Putra Sang Fajar, pada tahun 1943. Perkenalan Bung Karno dan Fatmawati terjadi ketika Bung Karno menjalani pengasingan di Bengkulu.

Sebagaimana dikutip dari buku berjudul: Liem Sioe Liong dan Salim Group, Pilar Bisnis Soeharto, yang ditulis Richard Borsuk dan Nancy Ching (2016), disebutkan bahwa kendaraan dagang cengkih Om Liem adalah PT Mega, sebuah perusahaan dagang yang didirikan pada tahun 1950 oleh Hasan Din. Kontak Om Liem dengan Hasan Din terjadi di tahun-tahun revolusi, ketika dia dimintai bantuan oleh perhimpunan klan Hokchia di Kudus untuk memberikan tempat berlindung bagi tokoh politik yang tak disebutkan namanya, yang bersembunyi dari kejaran Belanda.

Ternyata tamu yang dia sembunyikan itu Hasan Din, ayah Fatmawati dan mertua Bung Karno. Sejak saat itu, Om Liem dan Hasan Din menjalin persahabatan dan bisnis di kemudian hari. "Datuk orang baik, dan ketika pertama kali bertemu dengannya, saya merasa senang. Dia membawa hoki bagi saya," komentar Om Liem sebagaimana ditulis Richard dan Nancy.

Setelah perkenalan Om Liem dan Hasan Din, kondisi negara mulai stabil dan pembangunan ekonomi memperoleh perhatian pemerintah, Hasan Din lantas memperkenalkan Om Liem dengan menantunya, Presiden Soekarno. Tapi, Om Liem hanya kenal baik dengan Bung Karno dan tak memperoleh perlakuan istimewa apapun dalam urusan bisnis. Om Liem mengenang bahwa Bung Karno menyukai hiburan dan dirinya pernah menjadi tamu dalam beberapa acara.

"Om Liem yang mengenalkan Hasan Din kepada banyak perwira Divisi Diponegoro, anak buah Soeharto, bukan sebaliknya," ujar Richard dan Nancy. Hasan Din menjadi mitra bisnis pribumi pertama bagi Om Liem. Hasan Din pernah menjabat komisaris dan direktur beberapa perusahaan Om Liem, termasuk BCA. Hasan Din tetap menjadi mitra bisnis Om Liem hingga meninggal dunia pada 1974.

"PT Mega yang didirikan Hasan Din bersama mitra bisnisnya yang bernama Oei Tjeng Hien. Perusahaan ini dinamai sesuai nama cucu Hasan Din, yakni Megawati. Keterlibatan Om Liem dalam PT Mega baru tercatat secara resmi pada tahun 1970-an, ketika dia bersama dua saudaranya: Sioe Kong dan Sioe Hie, menjadi warga negara Indonesia dan namanya bisa dicantumkan secara resmi dalam catatan perusahaan," tambah Richard dan Nancy dalam bukunya.

Relasi bisnis dengan Hasan Din rupanya mewariskan banyak kenangan manis bagi Om Liem. Liem selalu memandang PT Mega sebagai pembawa kemujuran baginya. Dia menolak membubarkan perusahaan itu meskipun nyaris mati suri menyusul banyak perubahan dalam tata niaga impor cengkih pada tahun 1990-an dan meningkatnya produksi cengkih dari petani domestik. Sehingga pada 1986, angka impor cengkih menjadi nol persen. [air/bersambung]

Tag : Soeharto Liem

Komentar

?>