Jum'at, 19 Oktober 2018

Catatan Pinggir Pak FIM (4)

Pohon Sahabi Bersujud Lindungi Rasulullah, Usia 2.500 Tahun Masih Tumbuh

Sabtu, 03 Maret 2018 15:21:08 WIB
Reporter : Ferry Is Mirza
  • Pohon Sahabi Bersujud Lindungi Rasulullah, Usia 2.500 Tahun Masih Tumbuh
  • Pohon Sahabi Bersujud Lindungi Rasulullah, Usia 2.500 Tahun Masih Tumbuh
  • Pohon Sahabi Bersujud Lindungi Rasulullah, Usia 2.500 Tahun Masih Tumbuh
Kondisi pohon Sahabi ketika musim kemarau justru sangat rimbun dan hijau. [Foto: Ferry/bj.com]

Selama beberapa hari di bulan Februari 2018, Ferry Is Mirza (FIM), wartawan senior Jatim, melakukan kunjungan ke sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Turki, Palestina, Mesir, Yordania, dan beberapa negara lainnya. Pak FIM menjelajah ke sejumlah negara yang populer dengan istilah negeri para nabi. Banyak catatan menarik selama kunjungan itu yang layak dibagikan kepada pembaca. Berikut laporannya:

Di tengah padang pasir yang gersang dan panas, 2.500 tahun silam di jalur perniagaan jazirah Arab hanya ada satu pohon namanya Sahabi. Pohon ini mempunyai nilai sejarah penting bagi umat Islam, terkait dengan tanda- tanda kenabian Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam.

Pohon Sahabi yang dalam bahasa Inggris disebut the blessed tree ini berada di poros jalur sutra (perniagaan) dari perbatasan Hijaz (Saudi Arabia) sekitar 50 Km ke Syam 200 Km dan Iraq 50 Km. Dari pusat Kota Amman, Ibukota Jordania, lokasi pohon Sahabi sekitar 50 Km.

"Daerah gurun ini namanya Baqawiyah," tutur Mohammad Bani Isa, guide asal Amman.

Sekitar 45 menit sebanyak 46 jamaah MyHalalTrip berada di pohon Sahabi. Penulis hari itu melihat langsung pohon berumur ribuan tahun itu tanpa daun hanya tampak batang dan rantingnya saja. Daunnya berguguran karena musim dingin.

"Pohon ini daunnya akan tumbuh lebat dan hijau pada musim panas. Subhanallahu," ujar H Fauzan Kamil asal Serambi Mekkah Aceh yang lama taqlim di Universits Madinah Almunawarrah.

Menurut dai muda, yang akrab dipanggil ustadz Ozan, kisah pohon Sahabi ini diriwayat dalam beberapa hadits sahih. Kisahnya terkait dengan tanda awal kenabian Nabi Muhammad SAW.

Bermula ketika Muhammad SAW umur 10 tahunan diajak Abu Thalib, pamannya, ikut berniaga dari Hijaz ke daerah Syam --Yamman dan Suriah-- karena cuaca panas dan merasa dahaga serta lapar, berhenti dan berteduhlah bocah yatim piatu itu dengan si paman.

Tak jauh dari berdirinya pohon Sahabi ada rumah sekaligus tempat bertapa pendeta yang bernama Buhariah. Ia yang cukup lama tinggal di situ terkejut melihat perubahan pohon itu tak seperti hari-hari biasanya. Lalu mendatangi untuk mencari tahu apa sebenarnya yang membuat pohon Sahabi merunduk bak orang bersujud dan dinaungi awan mendung.

Singkat kisah, Buhairah mendapati seorang laki paruh baya dan bocah, yakni Abu Thalib dan Muhammad. Buhairah berdialog dengan Abu Thalib dan lama memandang Muhammad, lalu berkata bahwa Muhammad bakal menjadi nabiallah. "Tanda-tandanya selain pohon ini merunduk dan awan mendung, di balik tengkuk Muhammad ada tanda semacam benjolan," ungkap Ustadz Ozan.

Buhairah lalu menyarankan agar Abu Thalib kembali ke Hijaz untuk menghindari tentara Kristen. Sebab, bisa jadi Muhammad yang masih bocah bakal dibunuh oleh kaum Qurays. Abu Thalib pun menurut atas saran Buhairah dan kembali ke Hijaz.

Lima belas tahun setelah itu, nabi Muhammad yang telah berusia 25 tahun dan sudah beristeri Siti Khodijah sewaktu berniaga hendak ke Syam, saat melewati daerah Bagawiyah kembali berteduh di pohon Sahabi itu. Namun, tak lagi dijumpai Buhairah si pendeta lantaran sudah meninggal dunia.

Menyaksikan pohon Sahabi dan daerahnya yang masih gersang tanpa ada hunian penduduk itu, ini menunjukkan bahwa kekuasaan dan keagungan Allah SWT yang maha segalanya tak terbantahkan. Salah satu buktinya pohon Sahabi yang meski usianya ribuan tahun sampai zaman now ini tetap tumbuh berdiri tegak dan tak ada tanda-tanda menua. [fim/air]

Komentar

?>