Kamis, 22 Februari 2018
Dibutuhkan Wartawan Kriminal di Surabaya, Usia Maks 27 Tahun, S1, Punya Pengalaman, Kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Bupati Anas Pastikan Antarumat Beragama di Banyuwangi Tetap Solid

Senin, 12 Februari 2018 10:53:27 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Bupati Anas Pastikan Antarumat Beragama di Banyuwangi Tetap Solid
Bupati Abdullah Azwar Anas bersama tokoh agama di Banyuwangi. [Foto: Rindi/bj.com]

Banyuwangi (beritajatim.com)--Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengumpulkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuwangi. Hal itu menyikapi kejadian penyerangan Gereja St Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta.

Terlebih, pelaku penyerangan itu adalah Suliono, yang diketahui merupakan salah seorang pemuda asal Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

"Pagi itu, saya kaget ketika saya mendapat kabar itu. Dan saat itu juga kami meminta jajaran Forpimka maupun Kodim untuk mengecek ke lokasi untuk memastikannya," ungkap Bupati Abdullah Azwar Anas, saat bertemu dengan perwakilan FKUB Banyuwangi, Senin (12/2/2018).

"Ternyata kok pelakunya anak Desa Kandangan, ini kan mencoreng nama Banyuwangi," jelasnya.

Saat pertemuan dengan FKUB, Anas juga meminta agar antarumat beragama di Banyuwangi tetap solid menjaga kerukunan dan menghargai perbedaan.

"Hari ini saya minta dari masing-masing perwakilan bisa menyampaikan pendapatnya menyikapi kejadian ini. Di sini sudah ada Romo, Pastur, Pedande dan tokoh agama lainnya," katanya.

Sementara itu, Romo Fadjar Tedjo Soekarno menyampaikan, satu hal yang perlu diapresiasi dari Pemerintah Banyuwangi yakni mencari informasi yang cepat.

"Kedua, saya yang bisa dikatakan sebagai umat Katolik di Desa Jajag (Kecamatan Gambiran) meminta agar kejadian ini segera diakhiri dan jangan menambah untuk memperkeruh masalah. Prinsip saya, masalah besar dihentikan, masalah kecil dihilangkan," terangnya.

Paling penting, kata Fadjar, sinergitas lintas umat beragama di Banyuwangi sudah baik.

"Sehingga jika terjadi hal seperti ini, setidaknya Banyuwangi ini sudah siap. Karena sudah sejak awal, kalau bahasa kerennya, paling nggak kalau ada kejadian seperti tanaman itu sudah ada pagarnya," katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuwangi, Muhamad Yamin mengatakan, sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air, satu sama lain tidak boleh mengganggu. Apalagi Banyuwangi saat ini dinyatakan telah aman, tentram, damai dan rukun.

"Ada aksi seperti ini, sangat mencederai kerukunan dan ketentraman maupun kemanusian di Banyuwangi," katanya.

Lebih dari itu, lanjut Yamin, pihaknya berpesan agar orang tua dapat membekali dasar pendidikan agama yang baik. Sehingga tidak terjadi hal yang sama terulang di Banyuwangi.

"Negara kita ini Bhineka Tunggal Ika, tapi karena pergaulan, baik dari alat maupun manusia bisa menjadi terpengaruh," pungkasnya. [rin/air]

 

 

[rin/air]

Komentar

?>