Kamis, 27 April 2017

Ini Tips Menulis Bagi Pemula dan Anak-anak

Minggu, 12 Maret 2017
Penulis : A. Ghifari
Email :nuha6400@gmail.com

Menulis bisa jadi merupakan kegiatan yang sulit dilakukan bagi orang biasa termasuk anak-anak. Bahkan, sebagian sudah putus asa sebelum berlatih yang lebih giat lagi. Melatih menulis bagi anak-anak perlu kiat tersendiri. Kalau tidak punya tips dan trik khusus bisa-bisa anak sudah lari sebelum berlatih menulis.

Joko Susanto, anggota perpustakaan umum Kabupaten Sidoarjo ini mempunyai cara tersendiri untuk mengajari anak-anaknya menjadi penulis cilik. Meskipun naskahnya pernah ditolak bersama-sama oleh penerbit, akhirnya semua anaknya sudah berhasil menerbitkan buku.

Uniknya, pengalaman demi pengalamannya dalam mendampingi anak-anaknya belajar menulis kini sudah dibukukan.

Buku berjudul Serba-Serbi Penulis Cilik belum lama ini diluncurkan. Agar mudah dipahami anak-anak, buku ini dikemas dalam bentuk tanya jawab. "Tidak hanya berisi pengalaman manis, namun juga pengalaman yang kurang menyenangkan misalnya kalah lomba menulis," terangnya.

"Satu hal lagi, sebaiknya orangtua dan guru  memberi apresiasi karya anak, bukan malah mengejeknya. Seperti apapun hasilnya, itu adalah perjuangan anak yang harus didukung,"  jelasnya singkat.

Ia menjelaskan secara step by step. Untuk mengajari menulis, Joko pernah mengajak anaknya mendekati sekawanan  burung bangau di sawah.

Untuk membuat cerita tentang kereta api, dia pernah mengajak anaknya ke stasiun. "Dengan melihat secara nyata, anak-anak lebih mudah untuk menuliskan ceritanya kecuali cerita imajinasi."tandasnya

 
Hobi menulisnya itu ternyata dilihat dan diikuti ketiga anaknya. Mereka semua kini sudah menerbitkan buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor.

Belum lama ini, anak keduanya, Qonita Nida Khofiyya, siswi kelas VII SMP IT Insan Kamil Sidoarjo menerbitkan buku berjudul Baling-Baling Bambu yang berisi kumpulan cerpen.

Sebelumnya siswi yang pernah ikut konferensi penulis cilik indonesia di Bogor ini telah meluncurkan komik berjudul Ngaji on The Street dan Happy Al Quran. Demikian pula dengan adiknya, Nafis, kelas  III SD IT Nurul Fikri Sidoarjo yang telah menerbitkan komik berjudul Desa Vampire.   

Pengalaman Joko Susanto dalam belajar dan berlatih menulis bersama anak-anaknya ternyata menarik beberapa rekannya.

Pada beberapa kesempatan, ada di antara mereka yang bertanya tentang kiat dan cara mengajari anak-anaknya menulis cerita.

"Berulang kali pertanyaannya kok sama, akhirnya saya berniat untuk membukukan sedikit pengalaman menulis bersama anak-anak," terangnya.

Dalam membuat naskah buku berjudul Serba-Serbi Penulis Cilik ini pun, peraih juara harapan lomba menulis kisah guru di Jakarta ini juga sering berdiskusi dengan anak-anaknya.

"Maklum, buku yang dikemas dalam bentuk tanya jawab tentang kiat menulis ini ditujukan kepada pembaca anak-anak atau pemula."Biar bahasanya nggak terlalu tinggi sehingga anak-anak mudah mengerti," imbuhnya.

"Sebuah buku yang sudah lama saya impikan, kini akhirnya bisa menjadi kenyataan. Waktu itu saya berangan-angan, suatu saat saya akan ingin membagikan pengalaman, meskipun tidak seberapa. Siapa tahu, yang sedikit ini bisa menjadi embrio calon penulis," harapnya.

Gol buku ini yaitu agar anak-anak berani menulis dan mengirim tulisan ke media dan penerbit. Berisi tahapan menjadi penulis cilik. Format tanya-jawab agar tidak membosankan bagi anak-anak usia SD-SMP.

Sebagian besar berdasar pengalaman, suka-duka dan kisah nyata bersama mendampingi ketiga anak belajar menjadi penulis hingga menerbitkan beberapa buku dan mengirim karya ke media.

Mari kita dukung generasi penerus untuk belajar menulis. Yakinkan bahwa mereka akan bisa! Banyak anak yang awalnya bersusah-payah menulis akhirnya menemui kemudahan dan tertarik di dunia itu. Buku ini menjadi bukti itu semua. Melalui buku ini, saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjelaskan secara step by step cara menjadi penulis cilik. [ted]


Pengirim : A. Ghifari
Griya Kebon Agung, Sukodono Sidoarjo Jatim