Kamis, 24 Agustus 2017

Pengobatan Gratis Lansia Universitas Muhammadiyah Malang

Selasa, 16 Agustus 2016
Penulis : Dwi Harwanto
Email :decansilvia@gmail.com

Malang - Suasana penuh kehangatan memenuhi balai Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Puluhan lansia hilir mudik memasuki area balai desa untuk mendapatkan layanan pengobatan gratis dari Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 148 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Pengobatan gratis sendiri merupakan program kerja dari Divisi Kesehatan KKN 148 UMM yang diprakarsai oleh Ulifah, Sandy, Jayanti dan Riski.

Lebih dari delapan puluh lansia datang dan memeriksakan kesehatan mereka di balai desa. Program yang diketuai Ulifah tersebut memang menargetkan usia diatas 60  tahun dan memakai sistem kupon.

“Tujuan utama dari pengobatan gratis ini memang untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan para lansia di Desa Putukrejo” ucap Ulifah.

Panitia dari Tim KKN 148 UMM menyediakan 90 kupon untuk 9 RT di Desa Putukrejo dengan estimasi pembagian 10 kupon untuk tiap RT nya.
Pembagian kupon sendiri dibantu oleh perangkat desa, sebab mereka lebih mengetahui siapa saja yang layak mendapatkan kupon tersebut.

Pos pengobatan gratis sendiri dibagi dalam empat pos, pos pertama yakni administrasi pendataan para lansia untuk mendapat nomor antrian.
Selanjutnya calon pasien menunggu giliran untuk dipanggil menuju pos dua yang merupakan pengecekan tensi darah dan pendataan keluhan serta riwayat penyakit.

Di pos ke dua ini tim medis mengalami sedikit kendala karena keterbatasan lansia yang bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Perlu diketahui sebagian besar masyarakat desa Putukrejo merupakan suku madura. Namun akhirnya tim medis dapat lebih leluasa bertanya jawab dengan bantuan penerjemah dari para kader PKK desa Putukrejo sebagai penghubung.

Setelah memeriksakan tensi darah dan pendataan riwayat penyakit dan keluhan, para lansia menuju pos tiga yang merupakan ruang pemeriksaan. Di ruang pemeriksaan ini, para Kader PKK juga membantu sebagai penghubung antara pasien dengan dokter. Usai pemeriksaan, pasien dibekali resep untuk menuju pos ke empat dan mendapat obat-obatan.

Selain  para kader PKK, para perangkat desa juga tidak ketinggalan untuk ikut membantu tim KKN 148 UMM menjalankan program pengobatan gratis. Para perangkat tersebut dengan sigap membantu mempersiapkan tempat pengobatan dan bercengkerama dengan para pasien agar pasien tidak jenuh menunggu antrian. [ted]