Jum'at, 21 September 2018

Namanya Jojo Raharjo

Selasa, 19 Juni 2018 17:32:46 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
 Namanya Jojo Raharjo
Jojo Raharjo

JOJO Raharjo, itulah nickname untuk Agustinus Eko Rahardjo yang sejak pekan lalu aktif  menuliskan analisis pertandingan Piapa Dunia. Jojo tentu saja bukan pemain bola, Tetapi dia penikmat sepakbola yang pynya kemampuan jurnalistik,

Jojo menjadi jurnalis profesional sejak semester 4 kuliah di Program Studi Ilmu Komunikasi Fisip Unair -setelah melewati ‘pelatihan’ di majalah mahasiswa Retorika dan Internal Audio Fisip Unair

Sebelum pindah ke ibukota, Jojo bekerja di Surabaya untuk majalah Tiang Api, Penabur, Radio Salvatore, Tabloid Gloria Jawa Pos, harian berbahasa China Chengbao dan koresponden Tempo News Room.

Hijrah ke Jakarta pada 10 Juni 2005, Jojo melanjutkan berkarir di Tempo dan Radio CVC Australia, produser dialog Kompas TV dan menjadi Koordiator Peliputan Senior di CNN Indonesia TV.

Saat ini, Jojo mengabdi sebagai Tenaga Ahli Madya Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden RI. Antara lain mengelola portal www.presidenri.go.id, www.ksp.go.id dan berbagai strategi komunikasi di Kantor StafPresiden.

Meski dalam waktu amat singkat, ia pernah mencicipi dunia public relations saat bekerja di Ira Koesno Communications, Government Public Relations Kementerian Komunikasi dan Informatika, KOJI Communications, serta Inmark Communications.

Sejak 2012, menjadi staf pengajar mata kuliah jurnalistik di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara. Pernah juga menjadi dosen paruh waktu di Universitas Kristen Indonesia, Universitas Bakrie, dan STIKS Tarakanita.

Belum pernah ke mana-mana kecuali ke Timor Leste (2001, 2002 mengikuti misi sosial East Timor Youth Camp bersama sebuah NGO Korea), Thailand (2005, menjadi volunteer at 12th General Assembly Christian Council Asia, Chiang Mai), Australia (2006, 2008, training at CVC Radio Headquarter, Queensland), Brunei (short trip, 2008) dan Singapura (meliput Liverpool FC Asia Tour, 2009).

Pada 2010 mengikuti Multimedia Training, “Contribution of Multimedia Journalism to Strengthening Journalists’ Capacity Towards Freedom of the Press” at Radio Netherland Training Centre (RNTC) Hilversum, Netherland, presented by Netherland Education Support Office Indonesia (NESO) and The Aliance of Independent Journalist (AJI) Jakarta. Acara selama tiga pekan di Belanda ini diselingi dengan short trip ke Paris, Perancis.

Pada Maret 2012, mendapat undangan berkunjung ke Amerika Serikat, menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia pada program International Visitor Leadership Program (IVLP) “The Changing Face of Campaign Coverage”. Selama tiga pekan, Jojo menjadi tamu Kementerian Luar Negeri AS dan berkeliling ke Washington DC, Virginia, Maryland, Florida, Utah, serta Oregon.

Pada Juni 2013, sebagai Ketua Divisi Serikat Pekerja Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengikuti pertemuan International Federation Journalist (IFJ) South East Asia Meeting and Workshop: Building Union and Network Capacity in South East Asia, di Phnom Penh, Cambodia. Pertemuan ini menjadi embrio lahirnya South East Asia Journalist Unions (Seaju).

Pada Oktober 2014 menjadi peserta pelatihan Haggai Institute di Maui, Hawaii, AS.
Selain pernah menjabat pengurus pusat AJI, Jojo bangga menjadi kader dan kini senior member di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Ayah sepasang anak ini bisa dihubungi dengan mudah melalui kontak selular 08155557343, twitter @jojoraharjocom atau email dan facebook berakun jojoraharjo@yahoo.com.

Motto yang tertera di signature emailnya diambil dari ungkapan Eleanor Roosevelt, isteri Presiden AS Franklin Delano Roosevelt saat masa susah krisis ekonomi AS 1930-an, “the future belongs to those who believe in the beauty of their dreams, masa depan adalah milik mereka yang percaya kepada keindahan mimpi-mimpinya..”

Prinsip hidup dan pengalaman segudang itulah yang mewarnai karya Jojo. Selamat menikmati, (bjo)

Tag : piala dunia

Berita Terkait

    Komentar

    ?>