Selasa, 23 Mei 2017

Beritajatim.com dan GP Ansor Jember Diskusikan Medsos dan Hoax

Senin, 08 Mei 2017 10:09:41 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Beritajatim.com dan GP Ansor Jember Diskusikan Medsos dan Hoax

Jember (beritajatim.com) - Reporter Beritajatim.com Oryza A. Wirawan dan Pemimpin Redaksi Radio Prosalina Agus Suratno menjadi narasumber dalam diskusi mengenai media sosial dan berita bohong (hoax), yang digelar Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jember, di kantornya, Minggu (7/5/2017).

"Saya ingin kader-kader Ansor tidak gagap dan gugup menghadapi berita-berita hoax. Jadi tidak mudah panik dan reaktif, serta tahu bagaimana cara menghadapi berita hoax," kata Ketua GP Ansor Ayub Junaidi.

Dalam diskusi tersebut, disampaikan tujuh ciri berita hoax menurut Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat Wina Armada. Tujuh ciri itu adalah mewartakan secara sensasional, provokatif, mengabaikan aktualitas seperti berita lama diulang seakan-akan baru, sumber berita tidak jelas, mengandung unsur diskriminatif, yakni memojokkan pihak tertentu dan mengagungkan pihak lain, tanda baca tidak pada tempatnya karena tidak melalui proses redaksi, sudah disunting atau diedit sesuai kebutuhan si penyebar.

Sesuai UU Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 11 Tahun 2008 pasal 28 ayat 1, orang yang menyebarkan berita bohong bisa dikenai pidana penjara maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Par narasumber mengingatkan agar kader Ansor tidak mudah menyebarkan kabar bohong.

Para kader Ansor disarankan tidak mudah menyebarkan informasi yang terlihat sensasional namun menyudutkan orang lain secara berlebihan.
Jika ada berita di media sosial, cek di mesin pencari Google, untuk mengetahui apakah ada media lain, terutama media arus utama yang memberitakannya.
Sangat disarankan untuk melakukan kroscek atau tabayyun dengan pihak yang disudutkan di berita itu. Kader Ansor juga disarankan melawan balik dengan menyebarkan berita yang benar. [wir/ted]

Tag : hoax media

Berita Terkait

    Komentar

    ?>