Kamis, 29 Juni 2017

Kantongi Segudang Ilmu Selama Magang

Sabtu, 06 Agustus 2016 12:18:06 WIB
Reporter : Faridatul Khasanah
Kantongi Segudang Ilmu Selama Magang

Surabaya (beritajatim.com) - Selain banyak pengalaman yang menarik, segudang ilmu pun dikantongi. Begitulah kira-kira yang dirasakan Septi Fatmawati, mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) yang baru saja merampungkan magangnya di Beritajatim Cyber Media.

Mahasiswi semester tujuh ini mengaku jika selama magang, ia mendapatkan banyak hal. Dari yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, dari sebelumnya minder menjadi percaya diri, dari sebelumnya tidak bisa menulis menjadi bisa menulis berita, dan masih banyak lagi.

Nah, dari situlah, perempuan kelahiran Sidoarjo, 23 September 1994 silam ini mengungkapkan jika dirinya ingin mendalami dunia jurnalias lebih dalam lagi. Karena menurutnya ia bisa belajar hal-hal yang baru, seperti cara menulis berita yang bagus, dan juga meningkatkan kepercayaan dirinya karena didalam dunia jurnalis yang dituntut untuk bisa tegas dan berani bertanya.

"Sejak magang disini (beritajatim), saya menjadi ingin lebih mendalami dunia jurnalis. Dalam hal ini, bukan berarti hanya jadi wartawan saja," ungkapnya.

Tak hanya itu, satu hal dirasanya juga sangat penting yakni selama magang di beritajatim, ketika sedang berada di lapangan, ia bertemu dengan berbagai narasumber dengan berbagai profesi.

"Karena kosa kata dari profesi satu dengan yang lain berbeda, sehingga ilmu yang didapat berbeda. Contoh, profesi A memberikan satu kosa kata yang kita belum mengerti, sehingga untuk menulisnya pun kita harus mencari dulu arti kata tersebut, dan itu berarti menambah satu ilmu, satu pengetahuan bagi kita," jelasnya.

Dan juga, begitu banyak kenangan yang tak terlupakan, ia menceritakan suka duka yang dirasakan selama magang di Beritajatim Cyber Media. "Menjadi reporter, menjadikan saya lebih peka terhadap sekeliling," ungkapnya.

Pernah suatu ketika ia terjun ke lapangan, tepatnya di taman Bungkul, Surabaya. Saat sedang enak-enaknya duduk, ia mendapati dua ibu-ibu sedang bertengkar di hadapannya. Setelah diusut ternyata dua ibu tadi adalah pedagang ilegal di taman Bungkul. Karena memang, disitu dilarang berjualan.

Katakanlah, Ibu A menegur ibu B karena membawa dagangan dalam jumlah agak besar, karena ibu A khawatir kalau ketahuan satpol PP. Namun, bukannya terimakasih sudah diingatkan, ibu B malah marah, dan terjadilah cek cok mulut antara keduanya, sementara Septi yang sedari tadi ditengah-tengah mereka terdiam.

Dari situ ia juga mendapatkan pelajaran dan mampu melihat dari dua kacamata yang berbeda. Ia sadar tak bisa menyalahkan siapa siapa dalam hal ini.

"Di satu sisi, aturan pemerintah yang melarang jual-beli di taman adalah benar, karena kita memang kesulitan untuk menjaga kebersihan sekitar taman. Namun di sisi lain, dengan diberlakukannya larangan tersebut para pengunjung yang datang tanpa membawa minum juga akan kesulitan memperoleh mamin," jelas Septi.

Memang, dari situlah kita belajar juga akan masalah-masalah yang berada di sekeliling kita. Dan tugas kita sebagai reporter adalah memberitakan secara terbuka dan gamblang masalah yang ada di dalam masyarakat yang dapat dijadikan sebagai wacana juga bagi pemerintah untuk mengkoreksi aturan-aturan yang ada agar kedepannya bisa lebih ditingkatkan lagi.

Dan satu hal lagi, Septi mengungkapkan harapannya kepada media Online beritajatim, sebagai salah satu media yang menyuguhkan berita yang aktual dan terpercaya, serta sangat layak di baca oleh semua kalangan.

"Harapan saya agar Beritajatim.com tetap menjadi media online yang terupdate dan terpercaya,dan juga senakin berkembang dan semakin besar lagi," pungkasnya. [frd/kun]

Tag : magang UM

Komentar

?>