Internasional

Zahran Hashim dan Kinerja Intelijen Sri Lanka

Zahran Hashim, tokoh yang dituding berada di balik serangkaian serangan bom mematikan di Sri Lanka. [Foto: BBC]

Gereja Katolik di Sri Lanka membatalkan semua Misa Minggu sampai ada pemberitahuan lebih lanjut setelah insiden pengeboman saat Minggu Paskah lalu yang menewaskan setidaknya 250 orang.

Uskup Agung Kolombo Malcolm Ranjith mengatakan dia telah melihat dokumen keamanan yang bocor yang memperingatkan potensi serangan lebih lanjut.

Dia juga mengatakan merasa “dikhianati” oleh kegagalan pemerintah untuk memberi peringatan atas potensi serangan keamanan. “Kami tidak tahu apa-apa. (Serangan) itu datang seperti petir bagi kami,” katanya kepada wartawan sebagaimana dilansir BBC.

“Saya merasa sedikit dikhianati. Saya merasa sedih. Ini adalah kesalahan yang sangat serius dari pihak keamanan, sehingga mereka tidak memberi tahu kami tentang hal itu.”

Kardinal Malcolm Ranjith khawatir akan terjadi serangan lebih lanjut. “Karena situasi keamanan yang sedang berlangsung dan potensi ancaman yang berkelanjutan … kami menghentikan semua Misa Minggu sampai pemberitahuan lebih lanjut,” ujarnya.

Dia mengimbau umat Katolik “tetap berada di dalam ruangan dan berdoa”. Ia berkata ibadah dalam skala kecil akan dilanjutkan saat situasi keamanan membaik.

Pihak Kepolisian Sri Lanka mengatakan telah terjadi baku tembak antara pasukan mereka dengan sebuah kelompok bersenjata di bagian timur negara itu, yang diduga terlibat dalam pengeboman saat perayaan Minggu Paskah yang menewaskan setidaknya 250 orang.

Polisi melakukan penggerebekan di Ampara Sainthamaruthu pada hari Jumat dan dilaporkan kelompok bersenjata itu membalas dengan sebuah ledakan. Baku tembak pun kemudian terjadi. Detail baku tembak masih belum jelas, tetapi media Sri Lanka mengatakan satu warga sipil dan juga beberapa tersangka militan tewas dalam insiden itu.

Polisi juga menemukan apa yang mereka yakini sebagai rumah persembunyian para penyerang di kota timur Sammanthurai. Sebuah “spanduk Negara Islam [dan] seragam IS yang mirip dengan [pakaian yang dikenakan terduga pelaku pada] video yang dirilis oleh pelaku bom bunuh diri” ditemukan di dalam gedung, kata seorang juru bicara kepolisian kepada BBC.

Sekitar 150 batang dinamit dan 100.000 bantalan bola ditemukan selama penggeledahan itu. Polisi setempat mengatakan 10 penangkapan telah dilakukan pada hari Jumat, sehingga jumlah tersangka yang ditahan sejak hari Minggu lalu bertambah menjadi 80 orang.

Sementara, Presiden Sirisena mengatakan menurut badan intelijen Sri Lanka, sekitar 130 tersangka yang terkait dengan kelompok Negara Islam (IS) berada di negara itu dan polisi sedang memburu 70 orang lain yang masih buron.

Sri Lanka telah mengerahkan hampir 10.000 personel keamanan di seluruh negeri untuk melacak semua pihak yang diduga bertanggung jawab atas serangan itu dan untuk mengamankan tempat-tempat beribadah di seantero negeri.

Keamanan sebelumnya juga ditingkatkan di sekitar masjid saat salat Jumat karena beberapa umat Muslim mengkhawatirkan aksi balas dendam. Pihak berwenang Sri Lanka menuding kelompok ekstrimis Islam setempat, National Tawheed Jamath, atas serangan itu, meskipun IS juga mengklaim bahwa mereka ada di belakang serangan-serangan itu.

Perdana menteri Sri Lanka mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak diberitahu informasi intelijen terkait potensi serangan menjelang pengeboman Minggu Paskah.

Ranil Wickremesinghe mengatakan informasi penting tentang potensi-potensi bahaya di negara itu tidak diberikan kepadanya. Serangan yang terjadi, yang merenggut sedikitnya 250 nyawa, memperlihatkan kegagalan intelijen Sri Lanka.

Kepala polisi dan pejabat tinggi kementerian pertahanan negara itu telah mengundurkan diri setelah insiden itu. Namun, Wickremesinghe berpendapat karena dia tidak mendapat peringatan apapun, dia tidak perlu mundur dari posisinya.

“Jika kami tahu [tentang apa yang akan terjadi] dan tidak mengambil tindakan, saya akan segera menyerahkan pengunduran diri saya. Tapi apa yang Anda lakukan ketika Anda tidak diberi tahu?”

Masalah komunikasi yang buruk kembali menunjukkan ketidakharmonisan antara dua orang terkuat di negara itu, Wickremesinghe dan Presiden Maithripala Sirisena.

Hubungan buruk di antara mereka pernah berujung pada pemecatan Wickremesinghe oleh Sirisena pada bulan Oktober lalu. Ia dipekerjakan kembali pada bulan Desember lalu sesuai dengan putusan pengadilan tertinggi Sri Lanka.

Siapa Zahran Hashim?
Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengatakan terduga dalang serangkaian serangan di gereja dan hotel pada Minggu Paskah tewas di Hotel Shangri-La, Kolombo.

Menurut Sirisena, Zahran Hashim, seorang ustad radikal, memimpin serangan di hotel mewah tersebut dengan didampingi oleh pelaku kedua yang diidentifikasi sebagai “Ilham”.

Presiden tidak merinci peran Hashim dalam serangan bom di Shangri-La – salah satu dari enam serangan yang mengguncang Sri Lanka. Setidaknya 250 meninggal dunia dalam serangkaian serangan terkoordinasi bertepatan dengan perayaan Hari Paskah, Minggu (21/04).

Zahran adalah seorang ustad radikal yang sebelumnya tidak banyak dikenal. Hashim menjadi terkenal beberapa tahun lalu sebagai bagian dari kelompok yang merusak patung-patung Buddha.

Ia kemudian mendapat banyak pengikut di YouTube ketika mengunggah video-video yang berisi seruan melakukan kekerasan terhadap orang non-Muslim. Beberapa hari setelah serangan Minggu Paskah, ia muncul dalam video yang diunggah oleh kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS).

Dalam video tersebut, tujuh pria – yang diyakini sebagai bagian dari pelaku bom bunuh diri – menyatakan kesetiaan kepada ISIS. Hashim adalah satu-satunya orang yang menunjukkan mukanya dalam video itu.

Namun hingga kini tidak jelas apakah Hashim sebelumnya berhubungan langsung dengan ISIS atau ia sekedar bersumpah setia kepada kelompok itu yang juga mengaku berada di balik serangan di Sri Lanka.

Hashim berasal dari kota pesisir Kattankudy. Di kota tersebut, awal pekan ini, saudara perempuannya menuturkan kepada BBC bahwa ia sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh saudaranya itu.

“Meskipun ia saudara laki-laki saya, saya tidak dapat menerima ini. Saya tidak peduli lagi terhadapnya,” tuturnya sambil menambahkan bahwa Hashim sebelumnya menjalin komunikasi dengannya sampai sekitar dua tahun lalu, ketika ia berhenti berkomunikasi.

Sembilan orang dicurigai melancarkan serangan. Dua di antara pengebom bunuh diri disebut sebagai putra-putra saudagar rempah-rempah, Mohammad Yusuf Ibrahim, salah seorang pria paling kaya di Sri Lanka. Ibrahim ditangkap dan diinterogasi setelah serangan.

Salah satu putra Ibrahim dilaporkan sebagai terduga pelaku di Hotel Shangri-La – bersama Hashim. Demikian dikatakan Presiden Sirisena.

Putra yang lain dilaporkan menyerang restoran di hotel mewah, Cinnamon Grand, tak jauh dari Shangri-La. Seorang perempuan, yang dikatakan sebagai istri salah satu putra Ibrahim, meledakkan bom ketika polisi melakukan penggeledahan di vila keluarga pada hari Minggu (21/04). Sejumlah orang, termasuk anak-anak dan tiga polisi, dilaporkan meninggal dunia dalam ledakan itu.

Menurut pemerintah Sri Lanka, sebagian besar terduga pelaku “sangat terdidik” dan berasal daru keluarga “kelas menengah atau kelas atas”.

Terduga lain pernah belajar di Inggris, kata seorang pejabat pemerintah Inggris kepada BBC.
Abdul Latif Jamil Mohammed mengambil jurusan teknik penerbangan di Universitas Kingston tahun 2006-2007 tetapi tidak sampai menyelesaikannya.

Dalam jumpa pers pada Jumat (26/04/2019), Presiden Maithripala Sirisena mengatakan sekitar 130 orang yang diduga mempunyai kaitan dengan ISIS diketahui berada di Sri Lanka, 70 di antara mereka masih buron. “Polisi memburu mereka,” kata Sirisena.

Pihak berwenang menuduh kelompok garis keras setempat yang tidak terkenal, National Thowheed Jamath, bertanggung jawab atas serangan itu. [BBC/air]

Apa Reaksi Anda?

Komentar