Internasional

Mutamtour Bojonegoro Tetap Berangkatkan Calon Jamaah Umroh

Direktur Mutiara Amanah Tour (Mutamtour) Kabupaten Bojonegoro, Yasak Taufan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dampak adanya penundaan keberangkatan calon jamaah umroh ke Arab Saudi diharapkan tidak membuat calon jamaah umroh panik. Sebab, calon jamaah yang sudah terdaftar akan tetap diberangkatkan.

Hanya saja, keberangkatan jamaah umroh itu dengan catatan menunggu kebijakan baru dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Direktur Mutiara Amanah Tour (Mutamtour) Kabupaten Bojonegoro, Yasak Taufan mengatakan saat ini PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh) masih menunggu keputusan dari pemerintah Arab Saudi untuk membuka kembali penerbitan visa termasuk visa jamaah umroh.

“Mutamtour masih menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi untuk membuka kembali jadwal umroh, setelah dibuka maka jamaah yang sudah daftar akan dijadwalkan ulang,” ujarnya, Jumat (28/2/2020).

Salah satu PPIU di Kabupaten Bojonegoro, Mutamtour mengaku pada 4 Maret 2020 ini seharusnya memberangkatkan dua kloter jamaah sebanyak 68 orang. Namun, karena adanya kebijakan penutupan jamaah ke Arab Saudi sehingga dibatalkan.

“Seharusnya sudah persiapan untuk berangkat. Namun karena ada kebijakan penundaan keberangkatan jamaah maka akan dilakukan penjadwalan ulang,” ungkapnya.

Segala persiapan keberangkatan jamaah umroh pada 4 Maret ini, lanjut Yasak, sudah disiapkan. Mulai dari biaya akomodasi baik di Makkah maupun Madinah, maskapai dan hotel. “Pihak maskapai dan hotel sudah ada kesediaan untuk menjadwalkan ulang, sementara visanya masih dalam proses entry,” jelasnya.

Selain pada 4 Maret, Mutamtour rencananya juga akan melakukan pemberangkatan kepada 49 jamaah pada 11 Maret mendatang. Keberangkatan itu diperkirakan juga mengalami perubahan jadwal. “Sehingga total ada 117 jamaah yang akan dijadwalkan ulang. Semua jamaah langsung kami kirimkan surat penjadwalan ulang,” pungkasnya.

Sementara Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro Muhammad Syamsuri mengimbau kepada biro perjalanan umroh dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) untuk tidak memberangkatkan jamaah umroh terlebih dahulu sebelum ada keputusan baru dari pemerintah Arab Saudi.

Selain untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona, penghentian sementara itu juga untuk persiapan keberlangsungan penyelenggaraan haji bulan Juni – Agustus 2020 mendatang. “Penundaan keberangkatan ini untuk kepentingan yang lebih besar bagi kesehatan jamaah agar tidak tertular penyebaran Virus Corona,” ungkapnya. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar