Internasional

Kepala Staf Angkatan Darat Ethiopia Ditembak Mati Pengawalnya Sendiri

Kematian Jenderal Seare Mekonnen dikonfirmasi beberapa saluran televisi. [BBC]

Ethiopia (beritajatim.com) – Jenderal Seare tewas bersama jenderal lainnya, Gezai Abera, dibunuh oleh pengawal yang kini ditahan, kata kantor pers perdana menteri. Di Amhara, sang gubernur tewas bersama penasihat senior Ezez Wasie, sementara jaksa agung wilayah itu terluka.

Lake Ayalew telah ditunjuk sebagai pelaksana tugas gubernur di kawasan itu. Kantor perdana menteri menuduh kepala keamanan regional Amhara, Asaminew Tsige, merencanakan upaya kudeta. Tidak jelas apakah dia telah ditangkap, sebagaimana dilansir BBC.

“Upaya kudeta di Amhara bertentangan dengan konstitusi dan dimaksudkan untuk mengacaukan perdamaian di kawasan itu,” dinyatakan kantor tersebut.

“Upaya ilegal ini harus dikutuk oleh semua orang Ethiopia dan pemerintah federal memiliki kapasitas penuh untuk mengalahkan kelompok bersenjata ini.”

Warga di ibukota Amhara, Bahir Dar, melaporkan mereka mendengar suara tembakan keras. Mengapa Amhara begitu penting? Daerah asal kelompok etnis Amhara adalah wilayah terpadat kedua di negara itu dan Amharik telah menjadi bahasa negara Ethiopia.

Kekerasan antara suku Amhara dan Gumuz menyebabkan puluhan orang tewas bulan lalu di Amhara dan wilayah tetangganya, Benishangul Gumuz. Kekerasan etnis, biasanya dipicu oleh sengketa tanah, telah menyebabkan hampir tiga juta orang mengungsi di Ethiopia. Masalah lain yang harus dihadapi perdana menteri adalah keresahan di dalam militer.

Pada Oktober 2019, ia mengatakan bahwa ratusan tentara yang protes ke kantornya untuk menuntut kenaikan gaji ingin membunuhnya. Abiy selamat dari serangan granat pada sebuah demo Juni tahun lalu yang menewaskan dua orang dan menyebabkan lebih dari 100 lainnya cedera.

Siapa yang diduga di balik upaya kudeta? Asaminew Tsige berada di antara sekelompok perwira militer berpangkat tinggi yang dibebaskan dari penjara awal tahun lalu ketika pemerintahan sebelumnya membebaskan tahanan politik sebagai tanggapan atas tekanan publik. Jenderal itu telah ditahan selama sembilan tahun karena diduga merencanakan kudeta. [BBC/air]

Apa Reaksi Anda?

Komentar