Internasional

Empat Orang Jadi Tersangka Jatuhnya Pesawat MH17

Amsterdam (beritajatim.com) – Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terkait penembakan terhadap pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina yang menyebabkan 298 penumpang dan awaknya meninggal dunia.

Pihak penuntut Belanda telah menetapkan tersangka kepada tiga orang Rusia Igor Girkin, Sergey Dubinskiy dan Oleg Pulatov, seorang Ukraina, Leonid Kharchenko. Demikian laporan yang dikutip dari BBC, Kamis (20/6/2019).

Igor Girkin (juga dikenal dengan nama Strelkov) adalah mantan kolonel di dinas intelejen Rusia FSB.

Ia diberi pangkat menteri pertahanan di kota Donetsk, kota di Ukraina yang dikuasai kelompok separatis yang didukung Rusia. Ia diyakini sebagai perwira tertinggi di wilayah itu yang berada dalam kontak dengan Federasi Rusia.

Dalam sebuah pertanyaan, Girkin mengatakan, “Saya hanya bisa bilang bahwa milisi Ukraina tidak menembak pesawat Boeing itu.”

Sergei Dubinskiy (dikenal sebagai Khmuriy), bekerja untuk dinas rahasia militer Rusia GRU, merupakan wakil Girkin dan mengadakan kontak rutin dengan Rusia, menurut penyelidik.

Oleg Pulatov, dikenal sebagai Giurza, merupakan prajurit di Spetznaz GRU – pasukan khusus intelejen militer Rusia – dan pernah menjadi wakil kepada dinas intelejen di Donetsk, menurut Tim Penyelidik Gabungan.

Leonid Kharchenko yang berkebangsaan Ukraina tak memiliki latar belakang militer tetapi memimpin pasukan tempur jarak dekat sebagai komandan di Ukraina bagian timur, kata penyelidik.

Penyelidik Belanda mengadakan jumpa pers pada hari Rabu (19/6/2019) setelah memberikan pengarahan kepada keluarga dan sanak keluarga para korban.

Pengadilan kasus ini dijadwalkan dimulai di Belanda pada tanggal 9 Maret 2020.

Perintah internasional telah dikeluarkan untuk menangkap keempat orang ini.

Tim Gabungan yang akan mengupayakan pengadilan di bawah sistem hukum Belanda menyatakan awalnya mereka memiliki “daftar panjang” orang-orang yang berkepentingan terkait jatuhnya pesawat tersebut. Mereka juga menanyai para saksi untuk mencari bantuan.

Penyelidik independen Bellingcat–yang merupakan kumpulan wartawan investigatif yang kredibel–juga baru saja mengumumkan laporan mereka terkait penembakan MH17 dan para tersangka.

Bellingcat telah mengidentifikasi orang-orang yang mereka tuduh terlibat dalam penyerangan, termasuk seorang perwira intelejen militer berpangkat kolonel yang dikenal dengan nama Khmuryi yang berada di kawasan Donetsk yang dikuasai pemberontak dukungan Rusia.

Seorang lagi yang diidentifikasi kelompok Bellingcat adalah perwira intelejen militer kelompok separatis yang didukung Rusia di Luhansk yang memiliki nama kode Orion.

Salah seorang keluarga korban, Hans de Borst, menyatakan kepada BBC bahwa ia berharap para penyelidik akan mengungkapkan kebenaran dan penyebutan nama-nama itu merupakan “langkah awal menuju keadilan”.

Putri Hans yang bernama Elsemiek berusia 17 tahun ketika tragedi itu terjadi. Elsemiek merupakan salah satu dari 289 korban yang meninggal dunia di pesawat MH17.

Silene Fredriksz, yang kehilangan anaknya Bryce, mengatakan bahwa lima tahun sejak tragedi itu, beberapa anggota keluarganya telah meninggal dunia tanpa mengetahui kebenaran tentang apa yang terjadi.

Pesawat penumpang MH17 sedang dalam perjalanan ke Amsterdam dari Kuala Lumpur ketika ditembak jatuh di kawasan Ukraina yang sedang dilanda konflik.

Pihak penyelidik menyalahkan kelompok separatis yang didukung Rusia dengan tuduhan menembak jatuh pesawat itu dengan peluru kendali buatan Rusia.

Pesawat itu jatuh di Ukraina tanggal 17 Juli 2014, saat konflik antara kelompok separatis dan tentara pemerintah sedang dalam puncaknya.

Rusia membantah adanya keterlibatan mereka dan mengatakan rudal yang menghancurkan pesawat itu ditembakkan dari wilayah yang dikuasai oleh Ukraina.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada BBC bahwa Rusia “tidak diberikan kesempatan untuk ikut serta” dalam penyelidikan resmi. [bbc]

Apa Reaksi Anda?

Komentar