Internasional

Dialog Dagang AS-China Terbentur Isu Uighur

Para pekerja di lokasi pembangunan Gigafactory, pabrik milik produsen mobil elektrik AS, Tesla, di Shanghai, China, 28 September 2019. [Foto/Reuters]

Prospek bagi kemajuan pembicaraan perdagangan Amerika China semakin redup, Senin (7/10), setelah Washington memasukan beberapa perusahaan China ke dalam daftar hitam terkait dengan perlakuan minoritas Muslim. Presiden Donald Trump juga mengatakan harapan mencapai persetujuan tidak besar.

Langkah oleh Departemen Perdagangan Amerika bisa mempertajam perbedaan antara Washington dan Beijing pada saat kritis dalam perang dagang yang sudah berlangsung 15 bulan itu.

Sebuah insiden yang semakin memperbesar kontroversi di antara kedua negara adalah cuitan dari seorang pejabat NBA atau Asosiasi Bola Basket Amerika. Dukungan pejabat NBA untuk para petunjuk rasa Hong Kong memicu kemarahan dari China.

Sementara itu, Trump mengatakan dia berharap China akan menyelesaikan masalah Hong Kong secara manusiawi dan damai, dan memperingatkan, situasinya berpotensi merugikan pembicaraan perdagangan. “Kalau sesuatu yang buruk terjadi, saya pikir itu sangat buruk untuk perundingan. Dari sudut pandang politik, itu sangat sulit,” katanya kepada reporter di Gedung Putih.

Beijing menilai, dukungan Amerika untuk protes pro-demokrasi di Hong Kong sebagai campur tangan atas kedaulatannya. [VOA]

Apa Reaksi Anda?

Komentar