Internasional

China Minta Diplomat AS Berhenti Campuri Urusan Hong Kong

China menuntut agar para diplomat Amerika yang berbasis di Hong Kong berhenti mencampuri berbagai urusan yang berkenaan dengan kota itu, setelah seorang diplomat dilaporkan bertemu dengan para aktivis prodemokrasi.

Kementerian Luar Negeri China, Kamis (8/8) menyatakan ‘ketidakpuasan yang kuat’ dengan para pejabat Amerika terkait seorang pejabat konsulat Amerika yang dilaporkan bertemu dengan satu ‘kelompok kemerdekaan’ setempat.

Kementerian meminta konsulat Amerika agar segera memutuskan hubungan dengan berbagai kelompok perusuh anti-China dan segera berhenti mencampuri urusan Hong Kong.

Surat kabar Hong Kong “Takungpao” melaporkan konselor politik di Konsulat Jenderal Amerika di Hong Kong, Julie Eadeh, bertemu dengan para anggota partai politik prodemokrasi Demosisto, termasuk juga aktivis terkemuka Joshua Wong.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan kepada AFP bahwa wakil-wakil pemerintah Amerika bertemu secara regular dengan orang dari berbagai kalangan yang luas di Hong Kong dan Makau.

China telah mengklaim protes-protes anti-pemerintah di Hong Kong didanai oleh Barat, tetapi tidak dapat memberikan bukti selain pernyataan pendukung dari beberapa politisi Barat.

Ketegangan di kawasan semiotonom itu tinggi setelah protes selama dua bulan yang beberapa kali berubah menjadi kerusuhan. Kerusuhan itu bermula pada bulan Juni, dipicu oleh legislasi yang akan membolehkan tersangka diekstradisi ke China untuk diadili.

Protes-protes itu kemudian berubah menjadi gerakan menuntut reformasi demokrasi. Demosisto bersikukuh bahwa perjuangannya adalah untuk hak menentukan nasib sendiri yang lebih besar bagi Hong Kong, dan bukannya kemerdekaan. [voa]

Apa Reaksi Anda?

Komentar