Sabtu, 17 Nopember 2018

Tokoh Dunia Bicara Khashoggi, Bagaimana Masa Depan Putra Mahkota Saudi

Sabtu, 13 Oktober 2018 17:20:35 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Tokoh Dunia Bicara Khashoggi, Bagaimana Masa Depan Putra Mahkota Saudi
Delegasi Saudi tiba di Turki, Jumat lalu. [Foto: EPA/BBC]

Arab Saudi menyebut tuduhan bahwa mereka memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di dalam konsulatnya di Istanbul adalah "dusta dan tuduhan tak berdasar".

Bantahan itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif bin Abdulaziz, 11 hari setelah Khashoggi terlihat untuk terakhir kalinya saat memasuki konsulat Saudi di Istanbul.

Sumber-sumber Turki menuduh dia dibunuh oleh tim agen rahasia Saudi. Sumber pihak keamanan Turki mengatakan kepada BBC bahwa mereka memiliki audio dan video yang membuktikan terjadinya pembunuhan itu.

Sebagaimana dilansir BBC, Arab Saudi bersikeras bahwa Khasoggi, seorang jurnalis yang kritis terhadap pemerintah Arab Saudi, meninggalkan gedung konsulat segera setelah tiba pada 2 Oktober.

Pada hari Jumat Menteri Dalam Negeri Saudi mengatakan bahwa pemerintah mereka ingin mengungkap 'kebenaran sepenuhnya', lapor Saudi Press Agency. Ia menyebutkan pula bahwa laporan 'tentang perintah (Saudi) untuk membunuh (Khasoggi)' adalah 'tidak berdasar'.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kepada wartawan BBC Kamal Ahmed bahwa dia 'khawatir' atas hilangnya Khashoggi, terutama karena insiden seperti ini menjadi 'suatu kenormalan baru.'

"Sangat penting untuk memastikan bahwa masyarakat internasional mengatakan dengan jelas bahwa hal ini bukan sesuatu yang boleh terjadi," katanya.

Guterres menambahkan penting untuk memaparkan secara persis apa yang telah terjadi.

Presiden AS Donald Trump, yang berusaha membangun hubungan baik dengan Arab Saudi, mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa ia akan menelpon Raja Salman untuk membahas "situasi yang mengerikan di Turki" itu, lapor kantor berita AP.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan dia masih berencana menghadiri konferensi Inisiatif Investasi Masa Depan di Riyadh -dijuluki 'Davos di Gurun'- akhir bulan ini, meskipun banyak tokoh bisnis dan ekonomi dunia menarik diri, termasuk Jim Kim, kepala Bank Dunia.

Perjalanan Mnuchin bertentangan dengan rekomendasi Komite Urusan Luar Negeri DPR, yang menulis surat kepada Trump yang mendesaknya untuk mempertimbangkan kembali kunjungan itu.

Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengatakan bahwa peristiwa itu 'mengerikan,' tetapi masih akan tetap menghadiri konferensi Saudi.

"Saya harus melakukan bisnis IMF di seluruh pelosok dunia. Pada titik ini niat saya adalah tidak mengubah rencana dan akan sangat memperhatikan informasi yang muncul dalam beberapa hari ke depan," katanya.

Sementara taipan Inggris, Sir Richard Branson, sudah menghentikan perundingan tentang investasi Saudi lebih dari $1miliar (Rp15 triliun) di perusahaan ruang angkasa Virgin.

Laporan terbaru menunjukkan terjadinya serangan dan perlawanan di konsulat Saudi, sewaktu Khashoggi berada di sana.

Sumber keamanan Turki mengkonfirmasi ke BBC Arab tentang adanya audio dan rekaman video. Namun tidak jelas adalah apakah ada orang, selain pejabat Turki, yang telah melihat atau mendengarnya.

Seorang sumber dikutip Washington Post mengatakan terdengar orang-orang memukuli Khashoggi; dan ia menambahkan bahwa rekaman itu menunjukkan Khashoggi dibunuh dan jasadnya dipotong-potong.

"Anda dapat mendengar suaranya dan suara orang-orang yang berbicara bahasa Arab," sumber lain mengatakan kepada Washington Post, yang mempekerjakan Khashoggi sebagai kolumnis.

"Anda dapat mendengar bagaimana dia diinterogasi, disiksa, dan kemudian dibunuh."

Laporan media Turki mengatakan para pejabat sedang menyelidiki rekaman suara yang direkam dengan jam tangan pintar Khashoggi. BBC tidak dapat memverifikasi klaim ini secara independen.

TV Turki telah menyiarkan rekaman CCTV saat Khashoggi masuk ke konsulat, sesuai jadwal perjanjian untuk menerima surat-surat untuk rencana pernikahannya dengan perempuan Turki, Hatice Cengiz.

Ada pula video yang menunjukkan orang-orang yang digambarkan sebagai petugas intelijen Saudi memasuki dan meninggalkan Turki.

Dalam kalimat resminya, Turki menyatakan bahwa Khashoggi hilang tetapi mereka tahu 'pasti' dia telah terbunuh.

Namun, Ankara setuju melakukan penyelidikan bersama dengan Saudi, dan delegasi Saudi tiba di Turki pada hari Jumat untuk mengambil bagian dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung selama akhir pekan.

Sehari sebelumnya, seorang tokoh senior Saudi, Pangeran Khaled al-Faisal, dikabarkan telah mengunjungi Turki secara singkat di tengah tanda-tanda bahwa monarki Saudi sedang mencari solusi cepat untuk mengatasi krisis diplomatik antara kedua negara.

Sementara, koresponden BBC, Mark Lowen mengatakan kematian Khashoggi bisa mengancam reputasi Putra Mahkota Saudi yang baru, Mohamed bin Salman, dan hubungan Saudi dengan dunia internasional.[BBC/air]

Komentar

?>