Sabtu, 21 Juli 2018

Senat Irlandia Setujui Larangan Impor Produk Israel

Kamis, 12 Juli 2018 17:56:49 WIB
Reporter : Anita Tri Rahayu
Senat Irlandia Setujui Larangan Impor Produk Israel

Irlandia (beritajatim.com)  - Senat Irlandia meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang melarang produk dari impor Israel.

Langkah senat ini telah membuka jalan bagi negara itu untuk menjadi negara Uni Eropa pertama yang memberlakukan boikot terhadap rezim Zionis.

"Permukiman ini adalah kejahatan perang, dan sudah waktunya bagi Irlandia untuk menunjukkan kepemimpinannya dan menolak untuk mendukung
mereka," ujar Frances Black, senator independen yang mensponsori RUU dikutip `The Guardian`, Kamis (12/7/2018).

Setelah disetujui di majelis tinggi parlemen Irlandia atau Seanad, RUU itu harus mendapat persetujuan mayoritas majelis rendah sebelum menjadi produk hukum.

Voting RUU oleh Senat Irlandia seharusnya telah dilakukan Januari lalu. Namun, ditunda atas permintaan pemerintah yang telah didesak Israel. Kala itu, Kementerian Luar Negeri Israel memanggil duta besar Irlandia, Alison Kelly, sebagai upaya tekanan Tel Aviv terhadap Dublin.

Nilai ekspor produk Israel ke Irlandia mencapai 500.000 Euro hingga 1 juta Euro per tahun. Namun, para legislator pendukung RUU itu menyatakan bahwa keputusan senat Irlandia bisa membuka jalan bagi negara-negara Uni Eropa lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Netanyahu telah mencela RUU itu. "(RUU) telah memberikan daya tarik bagi mereka yang berusaha memboikot Israel dan benar-benar bertentangan dengan prinsip-prinsip perdagangan bebas dan keadilan," kata Netanyahu.

Kendati demikian, RUU itu tidak melarang semua produk Israel, melainkan hanya produk yang dihasilkan dari wilayah permukiman ilegal di wilayah pendudukan.

Frances Blackmengatakan dalam sebuah pernyataan sebelum pemungutan suara bahwa perdagangan barang-barang (dari wilayah) permukiman menopang ketidakadilan.

"Di wilayah pendudukan, orang-orang diusir dari rumah mereka, lahan pertanian subur disita, buah dan sayuran yang dihasilkan kemudian dijual di rak-rak Irlandia," katanya.

RUU itu tidak menyebut nama Israel, namun mengacu pada "kekuatan pendudukan" dan "pemukim ilegal".

Pada 2015, Uni Eropa mengeluarkan panduan untuk pelabelan produk dari pemukiman Israel, yang dianggap ilegal dan mengatakan bahwa produk itu menjadi halangan bagi perdamaian. [ann/ted]

Tag : irlandia

Komentar

?>