Kamis, 15 Nopember 2018

Jokowi Diminta Tak Balas Acaman Trump, Sebab Indonesia Belum Sekuat China

Senin, 09 Juli 2018 14:12:48 WIB
Reporter : -
Jokowi Diminta Tak Balas Acaman Trump, Sebab Indonesia Belum Sekuat China

Jakarta (beritajatim.com) - Pemerintah Indonesia lebih baik tidak membalas ancaman dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan bakal me-review barang-barang yang masuk ke negeri Paman Sam itu.

Sebaiknya, pemerintah mengambil langkah lain ketimbang melakukan pembalasan kepada AS. Pasalnya kekuatan Indonesia belum terlalu besar.

"Lebih baik mengalihkan barang ekspor karena posisi Indonesia engga sekuat China menghadapi AS," kata Ekonom Indef Bhima Yudistira di Jakarta, Senin (9/7/2018).

Menurut dia, untuk mengantisipasi tidak terjadinya perang dagang itu, Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya mengutus Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bertemu pemerintah AS untuk membicarakan hal ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada evaluasi lagi.

"Negosiasi masih terbuka, karena sekarang masih proses evaluasi kebijakan AS untuk keluarkan produk Indonesia dari ketentuan GSP. Belum final dan belum terlambat untuk pintu perundingan," kata dia.

Presiden AS Donald Trump telah memperingkatkan Indonesia untuk berhati-hati terkait hubungan dagang antar kedua negara.

Menanggapi hal tersebut, Mendag Enggartiasto mengatakan apabila Indonesia mendapat tekanan itu, maka RI akan melakukan serangan balik.

Enggar menjelaskan serangan balik pernah dilakukan saat sawit RI diancam dilarang masuk Eropa, maka RI mengancam balik akan melarang produk eropa masuk ke Indonesia.

"Kalau kita dapat tekanan per sektor, seperti halnya sawit, saya bilang saya akan lakukan retaliasi, yaitu saya juga bisa menghentikan (impor dari AS)," papar dia di Kementerian Perdagangan, Kamis (5/7/2018) kemarin.

Kala itu, RI mengancam akan menghentikan impor ikan dan sejumlah produk lain dari Eropa bila pemerintah di kawasan tersebut masih melarang minyak sawit RI masuk.

"Saya bilang saya hentikan impor ikan anda, dia bilang itu dari parlemen, saya pun ditekan parlemen saya, kemudian menterinya datang katanya pemerintah menolak. Saya bilang bikin surat kalau itu nolak. Jadi GSP ini kita masih dalam pembicaraan untuk tidak masuk dalam watch list itu, dan nanti kita akan bahas," papar dia. [hid]

Sumber : inilah.com
Tag : amerika

Komentar

?>