Senin, 16 Juli 2018

Memahami Tayyip Recep Erdogan (3)

Di Tangan Erdogan, Ekonomi Turki Melesat Tumbuh 11,95 Persen

Rabu, 04 Juli 2018 15:55:53 WIB
Reporter : Anita Tri Rahayu
Di Tangan Erdogan, Ekonomi Turki Melesat Tumbuh 11,95 Persen

Dalam Pemilu 2018 ini, Tayyip Recep Erdogan terpilih kembali sebagai Presiden Turki. Politikus dengan karakter Islam yang kuat ini mengandaskan 4 kompetitornya. AKP, partai yang dibesutnya, juga menang meski di bawah suara mayoritas. Erdogan dipandang sosok antitesis Mustafa Kamal Atartuk, Bapak Turki Modern. Siapakah Erdogan?

Rakyat Turki yang telah melimpahkan kewenangan untuk melakukan amandemen terhadap 26 pasal dengan suara fantastis memberikan lampu hijau kepada Erdogan untuk melakukan amandemen yang tadinya persial menjadi amandemen yang total dan menyeluruh.

Dengan begitu, Turki akan memiliki konstitusi baru yang menjamin demokrasi sesungguhnya. Meskipun berhasil menorehkan berbagai keberhasilan, di hadapan Erdogan masih terdapat berbagai rintangan dan hambatan, baik dari dalam maupun luar negeri. Seperti masalah Kurdistan, yang menyatakan boikot mereka terhadap referendum yang dilaksanakan, masalah Syiah, juga masalah pemenuhan tuntutan-tuntutan umat Kristen dan membersihkan sisa-sisa jejak rezim militer.

Syarif Taghian (2015), intelektual Turki dalam bukunya berjudul: Erdogan; Muadzin Istanbul Penakluk Sekularisme Turki, yang diterbitkan Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, menyatakan, pada perang keempat rezim militer, masalah keinginan Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa yang lebih dekat dengan kepentingan Turki dan syarat-syaratnya, bukan syarat-syarat Eropa sesuai dengan realita yang baru sebagaimana diperkenalkan pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan, di mana gambaran dan kosntruksinya sangat berbeda selama beberapa tahun terakhir.

Hal ini merupakan sumbu politik yang sewaktu-waktu dapat meledak. Situasi dan kondisi ini senantiasa terasa terombang-ambing di persimpangan jalan dan jawaban ataupun reaksi atas kasus ini sangatlah sensitif dan membutuhkan kehati-hatian. Peristiwa ini juga terjadi setelah pada beberapa tahun terakhir pemerintah Turki memperhatikan arti penting keamanan dan militernya, serta kerjasama dengan Amerika Serikat sebagai amunisi dan bekal yang memperkuat posisi tawar Turki dalam upaya bergabung dengan Uni Eropa.

Ternyata, upaya ini berhasil dikembangkan pemerintahan Turki oleh Erdogan selama beberapa tahun terakhir; Turki berhasil memainkan peran aktifnya dalam masalah konflik abadi Arab-Israel. Di samping itu, Turki juga berupaya kuat mencegah dan menghentikan perang yang akan terjadi antara Rusia dengan Georgia, serta peran aktifnya dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara dan menjadi unsur terpenting dalam perang di Afghanistan.

Pada sisi perekonomian, Turki adalah negara yang hampir dikatakan mengalami ‘kepailitan’ di tahun 2002, di mana nilai pinjaman pemerintah meningkat hingga melampaui batas. Jatuhnya mata uang Lira Turki, dan pengangguran yang melonjak jumlahnya secara luar biasa.

Adapun sekarang, maka keadaannya nampak sangat berbeda, di mana perekonomian Turki mencapai peningkatan pesat persentase pertumbuhannya sejak 8 tahun lalu, yang mencapai 11,95 persen di tahun 2009, dan menempati urutan kedua (dalam peningkatan ekonomi) secara Internasional setelah China.

Realita inilah yang saat ini menempatkan Turki sebagai negara ketujuh dalam peringkat ekonomi Eropa, dan berhasil menyumbang 4,3% dari jumlah perekonomian Eropa secara global dibandingkan rekor terdahulunya yang menyumbang 3,4% saja pada tahun 1992. [ann/air/habis]

Tag : turki

Komentar

?>