Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Memahami Tayyip Recep Erdogan (1)

Erdogan; Karakter Islam Kuat Plus Policy Ekonomi yang Brilian

Rabu, 04 Juli 2018 15:15:58 WIB
Reporter : Anita Tri Rahayu
Erdogan; Karakter Islam Kuat Plus Policy Ekonomi yang Brilian

Dalam Pemilu 2018 ini, Tayyip Recep Erdogan terpilih kembali sebagai Presiden Turki. Politikus dengan karakter Islam yang kuat ini mengandaskan 4 kompetitornya. AKP, partai yang dibesutnya, juga menang meski di bawah suara mayoritas. Erdogan dipandang sosok antitesis Mustafa Kamal Atartuk, Bapak Turki Modern. Siapakah Erdogan?

Konstitusi Turki menunjukkan bahwa bentuk tatanan negara di negara ini adalah Republik Demokratik Sekular. Adapun lembaga-lembaga konstitusi di negara terbagi atas kekuasaan legislatif yang berupa parlemen, kemudian kekuasaan eksekutif yang berupa presiden dan dewan menteri, lalu kekuasaan yudikatif terbagi menjadi tiga: Pengadilan Pidana, Pengadilan Perdata dan Pengadilan Khusus.

Tidak ada keraguan lagi bahwa medan politik Turki senantiasa menyaksikan sikap-sikap politik, baik kuat maupun lemah, yang mengajak untuk mengambil jalur militer yang konservatif. Hanya saja sikap-sikap ini tidak mampu bertahan dalam waktu lama atau tidak mendapat dukungan mayoritas di tengah-tengah keadaan sosial-politik di level global.

Kehidupan partai-partai di Turki tampak mengalami banyak perkembangan sejak pendeklarasian negara republik pada tahun 1923. Dan sejak tahun 1950 sampai 2002 kebanyakan partai senantiasa melakukan koalisi dikarenakan ketidakmampuan partai-partai untuk menciptakan perubahan sampai pemilihan tiba pada tahun 2002, dan mendapatkan kemenangan tak terduga oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berhaluan Islam, setelah memperoleh mayoritas kursi, yaitu sebanyak 363 dari total 550 kursi.

Syarif Taghian (2015), intelektual Turki dalam bukunya berjudul: Erdogan; Muadzin Istanbul Penakluk Sekularisme Turki, yang diterbitkan Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, menyatakan bahwa keberhasilan Partai Keadilan dan Pembangunan di Turki yang dipimpin Tayyip Recep Erdogan tidak luput dari sebuah rahasia. Partai ini mampu menyatukan antara eksistensinya sebagai pilihan pertama bagi kaum minoritas dan banyak menopang dalam sektor bursa kerja dan ekonomi bebas.

Pada saat di mana partai yang dipimpinnya ini terfokus pada prinsip publik yang keras terhadap dua strata kehidupan: strata menengah dan bawah. Selain itu, Partai Keadilan dan Pembangunan juga banyak diterima oleh Uni Eropa dan Amerika. Pada saat yang sama, Erdogan memandang bahwa dia adalah sosok tipe pemimpin yang berhak dicontoh partai-partai gerakan Islam yang lainnya. Maka rahasia di balik keberhasilan itu adalah perhatiannya pada sektor ekonomi.

Partai Erdogan mampu mengangkat bidang ekonomi sejak partainya memenangkan pemilu tahun 2002 yang mengantarkan Erdogan menjadi orang nomor satu di Turki. Keberhasilan partai pimpinan Erdogan dalam sektor ekonomi ini –menurut pandangan mayoritas pengamat- terbilang sebagai sebuah loncatan yang belum pernah ada sebelumnya.

Tayyi Recep Erdogan mampu mewujudkan keberhasilan bidang ekonomi yang melampaui semua harapan selama 8 tahun dalam masa kepemimpinannya, setelah Turki mengalami masa sulit yang menimpa masyarakat atas meningkatnya inflasi dan berkurangnya pendapatan nasional.[aan/air/bersambung]

Tag : turki

Komentar

?>