Jum'at, 17 Agustus 2018

Kim Jong-un Tiba di Singapura

Minggu, 10 Juni 2018 19:58:08 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Kim Jong-un Tiba di Singapura
Kim Jong-un tiba di Singapura. [Foto: Singapore/MOCI/BBC]

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah tiba di Singapura untuk melakukan pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump.

Sebagaimana dilansir BBC, pertemuan bersejarah kedua pemimpin ini akan berlangsung di pulau Sentosa, Singapura, pada hari Selasa (12/06/2018).

Ini adalah pertama kalinya seorang pemimpin Korea Utara bertemu dengan presiden AS yang sama-sama masih menjabat.

Sebelum berangkat, Trump menyebut bahwa KTT ini adalah "satu-satunya kesempatan" untuk perdamaian dan mengatakan bahwa dia dan Kim "berada di teritori yang sangat asing".

Washington mengharapkan KTT ini sebagai proses awal yang pada akhirnya akan membuat Kim mengakhiri proyek senjata nuklirnya. Dalam 18 bulan terakhir, hubungan kedua pemimpin mengalami pasang-surut yang diwarnai saling menyudutkan dan bahkan ancaman perang, sebelum berubah draktis dan akhirnya mereka bersedia bertatap muka langsung.

Kedua pemimpin akan bertemu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong sebelum KTT digelar.

Bagaimana awal rencana pertemuan ini? Tahun pertama Trump menempati Gedung Putih ditandai saling perang kata-kata dengan Kim Jong-un ketika Korea Utara melakukan beberapa kali uji coba rudal balistik yang menyalahi kesepakatan internasional.

Saat itu, Presiden AS bersumpah akan "menghancurkan secara total" Korea Utara jika negara itu mengancam Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Sebagai gantinya, Kim menyebut Trump "gila" dan "bodoh".

Walaupun Gedung Putih terus menyuarakan agar Korut "ditekan secara maksimal", Korea Utara tetap melakukan uji coba nuklirnya yang keenam pada September 2017.

Setelah itu, Kim menyatakan bahwa negaranya telah mencapai misinya untuk menjadi negara nuklir, dengan rudal yang diklaim dapat mencapai wilayah AS.

Namun pada awal 2018, Korea Utara mulai berupaya meningkatkan hubungan dengan Korea Selatan dengan mengirim tim dan delegasi ke Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang.

Pada bulan Maret, Trump mengejutkan dunia dengan menerima undangan dari Kim - disampaikan melalui Seoul - untuk bertemu langsung.

Sejak saat itulah, jalan menuju pertemuan puncak itu sempat tidak menentu, yang ditandai pernyataan Trump yang akan membatalkannya. Tetapi setelah sempat diwarnai tarik-ulur diplomatik, kedua pemimpin itu sekarang akan bertemu langsung.

Singapura hanyalah negara ketiga yang dikunjungi Kim sejak dia menjadi pemimpin Korea Utara pada 2011. Dia melakukan perjalanan pertamanya ke luar negeri ke China pada bulan Maret, dan pada bulan April dia menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang menginjakkan kakinya di Korea Selatan ketika dia bertemu Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in di wilayah perbatasan kedua negara, yaitu di Panmunjom.

Apa yang diinginkan kedua belah pihak? AS menginginkan agar Korea Utara untuk mengakhiri program senjata nuklirnya yang dapat diverifikasi oleh dunia internasional.

Hanya dengan langkah-langkah ke arah itu, sanksi PBB terhadap Korut akan diakhiri dan bantuan internasional akan mengalir ke negara itu, kata Menteri Pertahanan AS Jim Mattis. baru-baru ini.

Tetapi ini tidak berarti bahwa AS berharap semuanya dapat diselesaikan dalam pertemuan di Singapura. Presiden Trump mengatakan semua itu memerlukan proses yang panjang.

Sejumlah analisa mengatakan bahwa Kim telah meraih kemenangan dengan berhasil melakukan pertemuan dengan pemimpin negara paling berkuasa di dunia.

Para analis itu juga bertanya apakah mungkin Kim akan menghapus program nuklirnya, padahal dia telah mendorong begitu keras untuk menghidupkan senjata nuklirnya.

Karena itulah, sejumlah kalangan menganggap Kim Jong-un tidak akan menurutinya, kecuali semua pihak yang berkepentingan di semenanjung Korea juga melucuti senjatanya - termasuk Amerika Serikat.

Namun, Kim juga mengatakan dia sekarang ingin fokus pada pembangunan ekonomi Korea Utara - dan dengan demikian dia menginginkan sanksi internasional dicabut sehingga investasi akan mengalir masuk ke negara itu.

Pertanyaannya adalah konsesi apa yang ingin dia buat, dan apakah dia akan menaati janji. Apakah dia akan membatalkan program nuklirnya. Apa yang dapat terjadi setelah pertemuan di Singapura?

Sulit untuk mengatakannya, tetapi Trump telah mengisyaratkan bahwa mereka dapat menandatangani perjanjian untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea, yang sejauh ini baru berupa gencatan senjata pada 1953.

Melakukan perjanjian mengenai Perang Korea, kemungkin akan menjadi "bagian yang mudah", kata Trump.

Presiden AS ini juga mengatakan bahwa jika pertemuan ini berjalan tidak sesuai yang diinginkan, dia akan meninggalkan pertemuan. Tetapi jika keadaannya berjalan baik, Kim akan menerima undangan ke Gedung Putih.[BBC/air]

Sumber : BBC
Tag : korut

Komentar

?>