Jum'at, 21 September 2018

Aktivis Perempuan Saudi Diancam Dibunuh

Senin, 21 Mei 2018 09:26:18 WIB
Reporter : -
Aktivis Perempuan Saudi Diancam Dibunuh

Riyadh (beritajatim.com) - Seorang aktivis perempuan, yang menjadi motor gerakan menuntut agar perempuan Arab Saudi diizinkan mengemudi, mengaku ia mendapat ancaman pembunuhan setelah rekan-rekan sesama aktivis ditangkap.

Manal al-Sharif, aktivis perempuan asal Arab Saudi itu, mengaku ancaman pembunuhan itu disampaikan lewat media sosial menjelang pencabutan larangan perempuan mengemudi pada tanggal 24 Juni ini.

Aktivis, yang kini tinggal di Australia itu, mengatakan "kampanye fitnah terorganisir" yang diarahkan kepada para aktivis mirip dengan kampanye melawan gerakan properempuan mengemudi tahun 2011.

Ia mengutarakan hal itu setelah sejumlah aktivis di Arab Saudi ditangkap. Mereka dituduh sebagai "pengkhianat" dan bekerja bersama antek-antek asing. Namun Amnesty International menyebutnya sebagai "taktik intimidasi terang-terangan".

Para aktivis itu dituduh menjalin "kontak dengan entitas asing dengan tujuan merongrong stabilitas negara dan tatanan sosial", lanjut Amnesty International.

Tujuh orang, yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, ditangkap awal pekan ini. Di antara mereka diyakini terdapat sosok terkenal dalam memperjuangkan hak perempuan untuk mengemudi di Arab Saudi, Loujain al-Hathloul.

Hathloul pernah ditahan sebelumnya, termasuk ditahan sekali pada tahun 2014 ketika ia mencoba mengemudi melewati perbatasan dari Uni Emirat Arab ke Arab Saudi.

Lantaran aksinya itu, ia mendekam di tahanan selama 73 hari, dan menuangkan banyak pengalamannya lewat Twitter.

Di samping Loujain al-Hathloul, menurut Amnesty International, yang diyakini ditahan adalah aktivis hak perempuan Eman al-Nafjan, Aziz al-Yousef, Dr Aisha al-Manea, Dr Ibrahim al-Modeimigh, dan Mohammad al-Rabea juga ditangkap.

Berdasarkan undang-undang Arab Saudi, perempuan harus meminta izin kepada walinya sebelum mengambil keputusan dan tindakan dalam berbagai hal.

Mereka juga dilarang mengemudi sendiri. Oleh karena itu, keluarga-keluarga di Arab Saudi harus mempekerjakan sopir untuk mengantarkan anggota keluarga perempuan.

Putra Mahkota Mohammad bin Salman, yang berpengaruh, berusaha menempuh sejumlah perombakan sosial di negara kerajaan yang konservatif tersebut, termasuk mencabut larangan mengemudi bagi perempuan. [inilah.com]

Tag : arab saudi

Komentar

?>