Senin, 11 Desember 2017

Membaca Revolusi Islam Iran dari Buku Dr Nasir Tamara (6)

Ingin Tahu Kekejaman SAVAK, Baca Ini

Selasa, 08 Agustus 2017 10:27:00 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Ingin Tahu Kekejaman SAVAK, Baca Ini
Seorang agen SAVAK ditangkap saat revolusi Islam Iran. [Foto: wordpress.com/bj.com]

Nama Dinas Polisi Rahasia Iran di era rezim Shah Iran: SAVAK, sangat terkenal. Populer bukan karena kompetensi teknis, jaringannya yang kuat, dan teknologi yang dipakai paling mutakhir. SAVAK dikenal karena kekejamannya, kebengisan, dan model penyiksaan di luar perikemanusiaan, terutama dalam menghabisi kelompok oposisi terhadap rezim Shah Iran.

SAVAK singkatan dari Sazman-e Ethela'at va Amniyat Keshvar (Organisasi Informasi dan Keamanan Wilayah). SAVAK jadi salah satu dari 4 komponen penting yang menopang rezim Shah Iran. Tiga organisasi lain adalah Rokn-e Dovom (Kantor Kedua), Daftar di Vigehe (Kantor Khusus), dan Inspektorat Kerajaan.

Dr Nasir Tamara dalam bukunya: Revolusi Iran (2017), antara lain menulis SAVAK didirikan pada 1957 oleh Jenderal Teymur Bakhtiar, dengan bantuan CIA (Dinas Intelijen Amerika Serikat) dan Mossad (Dinas Intelijen Israel). Pimpinan SAVAK selalu seorang jenderal yang bertanggung langsung kepada Shah Iran.

Ikut cawe-cawenya CIA dan Mossad dalam konteks ini, karena di era rezim Shah Iran, negeri ini memiliki hubungan diplomatik dan sangat dekat dengan Amerika Serikat dan Israel. Amerika jadi mitra strategis Iran di Timur Tengah dan pemasok peralatan militer ke negeri kaya minyak ini. Sehingga di era 1960-an dan awal 1970-an, kekuatan militer Iran dikabarkan terkuat kelima di dunia dan pertama di kawasan Timur Tengah.

Tugas pokok SAVAK hanya ada dua: Pertama, mencari di kalanga militer kalau ada konplotan anti Shah Iran. Kedua, di kalangan sipil untuk menginfiltrasi pers, partai oposisi, kalangan serikat pekerja, dan lainnya. Dr Nasir Tamara menulis, lama-kelamaan SAVAK juga berfungsi mencari jejak musuh kerajaan dan orang-orang komunis. SAVAK sebelum dibubarkan saat revolusi Islam Iran pada 1979, diperkirakan memiliki sekitar 4.000 mata-mata profesional dan 50.000 informan. Besaran anggarannya per tahun sekitar 1 miliar ryal. "Itu angka resmi dan tak menutup kemungkinan riilnya lebih besar lagi," tulis Dr Nasir Tamara.

Kekejaman SAVAK sangat terkenal, melegenda, dan luar biasa. Pokoknya, siapa saja yang dipandang menentang Shah Iran langsung dicap atau distigma teroris. Akibatnya, korban dipastikan jadi tahanan dan tak jelas kapan tuntasnya dengan siksaan amat pedih. SAVAK tak segan-segan menyiksa tahanan dengan berbagai cara.

Bagaimana bentuk kekejaman SAVAK? Di antaranya mencabut kuku tahanan, menyiram tahanan dengan air panas, memukul dengan benda tajam dan benda keras, memperkosa tahanan, pemukulan, pencambukan, kejutan listrik, pencabutan gigi secara paksa, penyemprotan air panas ke lubang pantat tahanan, beban berat digantungkan di biji alat kelamin laki-laki, meja dipanaskan sampai putih di mana tahanan diikat, botol pecah dimasukkan ke lubang pantat, dan lainnya. Para tahanan itu disiksa untuk mendapatkan pengakuan.

Dr Nasir Tamara menulis, tak seluruh tahanan mengalami nasib sama, tapi inilah yang terjadi bagi setiap tahanan politik yang penting. Setelah tahanan politik ditangkap dan dibawa ke rumah tahanan atau disekap di satu rumah, sang tahanan pertama kali dipukuli banyak orang dengan kayu dan pentungan. Bila tak mengaku, tahanan itu kemudian digantung dengan bagian kaki di atas dan kepala di bawah sambil terus dipukuli banyak orang. Bila masih tak mengaku, tahanan itu diperkosa.

Bila tetap tak mengaku, tahanan lantas diberikan kejutan listrik dan membuatnya berteriak kesakitan. Jika masih tetap bandel, maka kuku-kuku di kaki, tangan, dan giginya dicabuti secara paksa. Dalam kejadian yang istimewa, sebuah besi yang telah dibakar diletakkan di wajah sehingga menempel dan membakar seluruh mulut dan bibir.

"Banyak yang mati akibat penyiksaan di atas, antara lain Ayatullah Haji Husain Ghafari Azar Shari yang ditangkap di bulan Agustus 1974 dan meninggal dunia pada 28 Desember 1974 akibat penyiksaan," tulis Dr Nasir Tamara.

"Sejak tahun 1973, diduga ada 100 orang setiap tahunnya yang dibunuh SAVAK. Wanita pertama Iran yang ditembak mati oleh SAVAK adalah Manijeh Asyraf Zadeh Kermani, salah seorang demonstran anti-Shah Iran," tambah Dr Nasir Tamara. [air/bersambung]

Tag : Iran

Komentar

?>