Jum'at, 15 Desember 2017

Minibus Tabrak Jamaah Seusai Tarawih di London

Senin, 19 Juni 2017 10:40:55 WIB
Reporter : -
Minibus Tabrak Jamaah Seusai Tarawih di London

London (beritajatim.com) - Teror kembali menghantui London, Inggris. Teror kelai ini dilakukan pengendara  minibus yang menabrak kerumunan pejalan kaki dekat sebuah masjid di London utara, Inggris.

Dewan Muslim Inggris (MCB) menyebut minibus tersebut "sengaja" hendak melindas para jemaah Masjid Finsbury Park yang baru saja menunaikan salat tarawih. Akibat insiden ini Beberapa orang mengalami cedera.

Kepolisian London telah menahan sedikitnya satu orang dekat masjid tersebut setelah peristiwa yang disebut 'Insiden besar'.

Sebuah video yang diunggah ke internet seusai kejadian menunjukkan kondisi hiruk-pikuk selagi masyarakat mencoba menolong para korban.

Seorang pria tampak melakukan upaya resusitasi (CPR) kepada seorang korban, dan seorang pria lain dibebat dengan perban seadanya.

Seorang saksi mata bercerita bagaimana dia bisa luput dari terjangan minibus.

"Mobil itu meluncur begitu saja ke kami. Ada banyak orang saat itu. Kami langsung bergerak. Saya sangat kaget, kaget, kaget. Ada begitu banyak jenazah di sekitar saya. Puji Tuha saya bergerak ke samping. Saya hanya melompat. Semua orang terluka," paparnya.

Saksi mata lainnya yang tinggal di Seven Sisters Road, jalan tempat masjid itu berada, mengatakan orang-orang "berteriak dan menjerit".

"Semuanya berteriak 'minibus menabrak orang'. Ada sebuah minibus putih berhenti di luar Masjid Finsbury Park yang sepertinya telah menabrak orang-orang yang keluar dari masjid seusai salat," ujarnya kepada BBC.

Dia mengatakan jalan itu kini penuh dengan mobil dinas polisi, ambulans, dan truk pemadam kebakaran.

Layanan Ambulans London mengatakan telah mengerahkan tenaga paramedis dan tim cepat tanggap ke lokasi.

"Tim gerak cepat dari Ambulans Udara London juga telah dipanggil. Kami bekerja sama dengan para personel layanan darurat di lokasi. Prioritas kami adalah menilai taraf dan jenis cedera kemudian memastikan mereka yang paling memerlukan dirawat lebih dulu dan dibawa ke rumah sakit," kata wakil direktur operasi Layanan Ambulans London, Kevin Bate.

Penabrakan terhadap pejalan kaki sebelumnya terjadi di London Bridge, 3 Juni lalu, sehingga menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan lainnya.

Ketiga penyerang ditembak mati polisi setelah insiden tersebut.

Sumber : bbc.com

Berita Terkait

    Komentar

    ?>