Senin, 20 Nopember 2017

Mantan Direktur FBI Pimpin Investigasi Hubungan Trump dan Rusia

Kamis, 18 Mei 2017 17:40:06 WIB
Reporter : -
Mantan Direktur FBI Pimpin Investigasi Hubungan Trump dan Rusia

Washington (beritajatim.com) - Dugaan keterkaitan Rusia dalam Pilpres AS yang dimenangkan Donald Trump memasuki babak baru. Kejaksaan Agung Amerika menunjuk Robert Mueller, seorang mantan direktur Biro Investigasi Federal (FBI) memimpin penyelidikan kasus itu.
 
Saat mengumumkan pengangkatan Robert Mueller, Wakil Jaksa Agung, Rod Rosenstein, mengatakan bahwa penting menunjuk seseorang di luar sistem pemerintahan demi melayani kepentingan publik.

"Kepentingan publik mengharuskan saya menempatkan penyelidikan ini di bawah kewenangan seseorang yang bisa melaksanakan tugasnya secara independen di luar rantai komando," kata Rosenstein.

Menanggapi pengangkatannya, Mueller berkata singkat. "Saya menerima tanggung jawab ini dan akan melaksanakannya dengan kemampuan terbaik saya."

Mueller menjabat direktur FBI selama 12 tahun di bawah Presiden George W Bush dan Barack Obama. Pria berusia 72 tahun itu adalah direktur FBI terlama kedua setelah pendiri lembaga itu, J Edgar Hoover.

Mueller akan mengumumkan pengunduran diri dari posisinya dari sebuah firma hukum swasta untuk menghindari konflik kepentingan.

Seruan agar penyelidikan khusus dan independen telah diserukan berbagai kalangan sejak Presiden Donald Trump memecat James Comey dari jabatannya sebagai direktur FBI, pekan lalu.

Harian the New York Times melaporkan bahwa, sebelum dipecat, Comey sempat diminta Trump untuk menghentikan penyelidikan terhadap Michael Flynn yang mundur sebagai penasihat keamanan nasional. Flynn dituding melobi Rusia sebelum menerima jabatan dari Trump.

Dengan diangkatnya Robert Mueller, dugaan kaitan antara tim kampanye Trump dan Rusia bakal diselidiki. Sejumlah badan intelijen AS meyakini Moskow membocorkan berbagai informasi saat pilpres AS berlangsung untuk keuntungan Trump.

Sumber : bbc.com

Komentar

?>