Minggu, 28 Mei 2017

Donald Trump Melunak, Bank China Boleh Masuk AS

Sabtu, 13 Mei 2017 09:24:08 WIB
Reporter : -
Donald Trump Melunak, Bank China Boleh Masuk AS

Beijing (beritajatim.com) - Presiden Amerika Serikat diam-diam menelan ludahnya kembali. Alih-alih mengeluarkan jurus mabuk, Donald Trump justru memilih jalan damai dalam melakukan negosiasi dengan China. Demi memperbaiki surplus perdagangan, Trump rela bank-bank China masuk AS sebagai imbalan masuknya LPG AS ke China.

Amerika Serikat dan China mencapai kesepakatan perdagangan yang antara lain akan membuka pasar China untuk perusahaan peringkat kredit Amerika Serikat.

Berdasarkan kesepakatan yang mencakup 10 hal tersebut, China juga akan mencabut larangan atas impor daging Amerika Serikat dan menerima pengiriman LPG dari negara itu.

Sebagai gantinya, maka ayam masak dari China akan diizinkan masuk ke pasar AS, begitu juga dengan bank-bank China.

Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, mengatakan kesepakatan akan mengurangi surplus perdagangan China atas AS pada akhir tahun 2017.

Kesepakatan perdagangan ini juga dilihat sebagai indikasi bahwa Presiden Donald Trump menerapkan pendekatan yang tidak konfrontatif dengan Beijing dibanding yang dijanjikan pada masa kampanye.

Trump sempat mengancam akan memberi cap 'manipulator mata uang' kepada China serta memberlakukan hambatan perdagangan atas barang-barang asal China namun belakangan posisinya melunak.

Dia juga berupaya untuk mengaitkan perdagangan AS-China karena kekhawatiran atas ambisi nuklir Korea Utara, dengan mendesak Cina agar memberi tekanan lebih kuat atas sekutunya, pemerintah Pyongyang.

Bagaimanapun usai penandatanganan kesepakatan, Wakil Menteri Keuangan China, Zhu Guangyao, mengatakan masalah ekonomi sebaiknya tidak dipolitisir.

"Dalam kaitan antara masalah nuklir Korea Utara dengan perundingan rencana '100 hari' ekonomi, saya bisa mengatakan kepada Anda secara terus terang bahwa tim ekonomi kami memusatkan perhatian kepada semua upaya untuk masalah ekonomi," tegasnya kepada para wartawan.

Sumber : bbc.com
Tag : china AS

Berita Terkait

    Komentar

    ?>