Selasa, 22 Agustus 2017

Warga Palestina Demo Hamas

Jum'at, 13 Januari 2017 12:30:08 WIB
Reporter : -
Warga Palestina Demo Hamas

Jalur Gaza (beritajatim.com) - Ribuan penduduk Palestina melakukan aksi unjuk rasa di Jalur Gaza, memprotes pembatasan aliran listrik dan bertambahnya jumlah penganggur.

Kantor berita Associated Press mengabarkan, unjuk rasa itu terjadi Kamis (12/1/2017) di kamp pengungsi Jebaliya, di kawasan Jalur Gaza yang dikuasai kelompok Hamas. Polisi Hamas menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi demonstrasi yang jarang terjadi itu. Aksi turun ke jalan itu kemudian menjalar hingga beberapa kawasan lain, bahkan hingga ke depan perusahaan listrik setempat. Para demonstran meneriakkan slogan berbunyi: Ayo teriakkan suaramu! Pemadaman listrik berarti mati!

Sehari sebelumnya, polisi Hamas menahan Adel al-Mashwakhi, komedian setempat karena menyebarkan video yang mengungkapkan kondisi hidup di bawah pemerintahan Hamas pimpinan Khaled Mashal. Dalam video berjudul 'Hamas! Cukup' itu, Adel al-Mashwakhi memuat daftar panjang kebutuhan pokok yang menghilang. Mulai dari lapangan kerja sampai kebebasan untuk jalan-jalan.

Semuanya telah diambil oleh Hamas, dan kini aliran listrik dibatasi, tulis komedian itu. Tidak ada pekerjaan. Tidak ada pos-pos pemeriksaan. Tidak ada makanan. Tidak ada air dan kini tidak ada lisrik, teriak Adel al-Mashwakhi sebelum dimasukkan ke dalam mobil warna putih oleh petugas keamanan, dan menghilang ditelan malam.

Tak pelak lagi, video itu ditonton sebanyak 250 ribu orang, dan Adel pun ditangkap. Kehidupan warga Arab Palestina di Jalur Gaza makin sulit. Serangkaian aksi kekerasan yang dilancarkan Hamas satu dekade lalu, membuat kawasan itu diisolasi oleh Mesir dan Israel, hingga akhirnya aliran listrik dikurangi.

Pembatasan listrik cuma tiga atau empat jam sehari, menyebabkan banyak warga Jalur Gaza tidak mampu bertahan, lebih-lebih di musim dingin yang menggigit. Warga terpaksa menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar pemanas, bahkan banyak di antaranya menggunakan kompor dijadikan alat pemanas. Beberapa pekan ini, sejumlah warga melakukan aksi demonstrasi spontan malam hari, sambil membawa obor menuntut kasus listrik padam segera diselesaikan. [but]

Sumber : Inilah.com

Komentar

?>