Minggu, 23 Juli 2017

Inilah Pidato Perpisahan Barack Obama yang Inspiratif

Rabu, 11 Januari 2017 17:35:42 WIB
Reporter : Nabila Zatalini
Inilah Pidato Perpisahan Barack Obama yang Inspiratif

Chicago (beritajatim.com) - President Barack Obama menyampaikan pidato perpisahannya kepada masyarakat Amerika pada selama malam waktu setempat. Banyak point-point penting yang disampaikan president kulit hitam pertama yang sudah 8 tahun menjabat sebagai kepala tertinggi di Amerika Serikat ini.

Berikut merupakan rangkuman terjemahan pidato Obama dikutip melalui washintonpost.com.

Masyarakat Amerika sekalian, saya dan Michelle sangat tersentuh atas seluruh pihak untuk beberapa minggu terakhir ini.

Tapi malam ini, saatnya saya yang mengucapkan terima kasih. Kepada semua orang baik yang bertatap muka secara langsung atau pun tidak, anda membuat saya terinspirasi. Setiap hari saya belajar dari kalian. Kalian membuat saya menjadi presiden yang lebih baik dan pria yang lebih baik,

Pertama kali datang ke Chicago saat itu  umur saya sekitar dua puluhan. Saat itu saya masih mencari jatidiri dan tujuan hidup saya. Kemudian saya mulai bekerja dengan komunitas gereja.

Saya melihat di sekitar kota ini banyak orang-orang yang bermartabat dalam menghadapi beberapa perjuangan.

Sekarang ini adalah masa dimana saya belajar bahwa perubahan hanya terjadi ketika orang-orang bekerjasama, mereka yang turut serta dan mereka yang datang bersama-sama untuk menuntut haknya.

Setelah delapan tahun saya menjadi presiden, saya masih percaya atas keyakinan saya bahwa semua orang itu dilahirkan sama.

Diberkahi oleh sang Pencipta dengan hak asasi tertentu, di antaranya hak atas kehidupan, kebebasan, dan mengejar kebahagiaan.

Kita rakyat, melalui instrumen demokrasi, kita dapat membentuk kesatuan yang lebih sempurna.

Kebebasan untuk mengejar impian melalui keringat dan jeri payah kita. Juga penting untuk berusaha dalam mencapai kebaikan bersama. Keja keras dan imajinasi ini penting untuk mencapai kebaikan yang lebih besar.

Selebihnya, Obama banyak membahas tentang masa kepemimpinannya yang berhasil bangkit dari resesi ekonomi, membangkitkan industri otomotif, meningkatkan lapangan kerja, menangkap otak 9/11, membangun kembali hubungan dengan Kuba, menutup program nuklir Iran tanpa menembakkan sebutir peluru, memberikan akses asuransi kesehatan rakyat AS, dan menciptakan keadilan dalam pernikahan.

Obama juga membahas mengenai situasi terkini demokrasi di AS. "Demokrasi tidak membutuhkan keseragaman. Para pendiri bangsa ini juga mengalami perbedaan pendapat dan akhirnya berkompromi. Mereka ingin kita melakukan hal yang sama. Demokrasi membutuhkan solidaritas -sebuah gagasan di mana di samping semua perbedaan, kita berjuang bersama-sama. Kita bangkit atau jatuh sebagai satu kesatuan".

Di akhir pidato panjangnya, Obama mengajak warga AS untuk tetap waspada dan tidak takut terhadap ancaman-ancaman demokrasi.

"Saya meminta rakyat AS untuk percaya pada diri sendiri bahwa kalian bisa membuat perubahan. Ya kita bisa!" tutup Obama dan disabut ratusan tepuk tangan masyarakat Amerika. [nab/but]

Tag : amerika

Komentar

?>