Kamis, 29 Juni 2017

115 Jurnalis Tewas dalam Tugas

Selasa, 10 Januari 2017 08:07:15 WIB
Reporter : Reza Dwi Aprilian
115 Jurnalis Tewas dalam Tugas

England (beritajatim.com) - Sebanyak 115 wartawan meninggal saat menjalankan tugas pada 2016. Data itu berdasarkan laporan tahunan yang disusun oleh 'International News Safety Institute' (INSI).

tahun 2016 diawalintragedi yang melibatkan para pekerja di media di Afghanistan, Kolombia, dan Rusia. Serangan pada bulan Januari oleh Taliban di TV Tolo, yang merupakan salah satu saluran hiburan terbesar Afghanistan, mmenewaskan delapan orang.
 
Pada akhir Desember, sembilan dari 92 orang wartawan tewas saat pesawat militer Rusia jatuh ke laut hitam ketika dalam perjalanan ke Syria. Kecelakaan ini terjadi belum lama dari tragedi yang juga menewaskan 20 wartawan dalam penerbangan pesawat oleh tim sepak bola Brasil Chapecoense yang jatuh di Kolombia.

"Tahun 2016, total 115 jurnalis tewas saat melakukan pekerjaan mereka," ungkap Direktur INSI, Hannah Storm. "Kebanyakan memang bukan wartawan internasional, tetapi setidaknya mereka telah berjasa memperoleh berita, dan tewas setelah bertaruh nyawa melawan berbagai rintangan, tekanan dan ancaman setiap harinya".

Kolombia, Meksiko, Afghanistan, Irak dan Rusia adalah lima negara yang paling berbahaya bagi para wartawan. Dilansir dari laporan yang disusun untuk INSI oleh sekolah jurnalisme Cardiff.

Lima citizen jurnalis Syuriah dilaporkan tewas pada 2016. Kasus ini terjadi karena adanya penurunan jumlah wartawan profesional yang melaporkan konflik berkepanjangan tersebut. Kondisi itu memicu munculnya para aktivis dan warga setempat yang tak terlatih tentang dunia jurnalistik. Mereka mencoba melaporkan dan mendokumentasikan peristiwa yang terjadi secara amatir dan berujung maut.

Dari total keseluruhan 115 korban awak media, 60 meninggal di negara yang terlihat damai tanpa konflik, seperti Guatemala, yang ternyata pemerintahannya sendiri sebenarnya sedang berjuang melawan Kartel Narkoba.

Hal serupa juga terjadi di beberapa negara lain seperti India dan Brasil dan sebagian besar korban adalah wartawan lokal. "Atas semua tragedi mengerikan yang terjadi, mungkin masih ada secercah harapan," ungkap Storm. [rez/suf]

Sumber : The Guardian
Tag : jurnalis

Komentar

?>