Jum'at, 20 Januari 2017

Kasus TKW Ponorogo Disiksa di Singapura, Diduga Human Trafcking

Jum'at, 06 Januari 2017 10:47:20 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Kasus TKW Ponorogo Disiksa di Singapura, Diduga Human Trafcking

Ponorogo (beritajatim.com) - Kasus TKW asal Ponorogo yang dianiaya oleh majikannya di Singapura, Fadilla Rahmatika sedikit demi sedikit mulai terkuak.

Memang dari awal warga Desa/Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo tersebut dijebak oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Bahkan ada dugaan Human Trafcking atau perdagangan orang dibawah umur. Pasalnya Fadilla berangkat pada 1 Februari 2016 lalu saat umurnya masih 19 tahun. Padahal jika sesuai aturan, TKI harus berumur 21 tahun.

"Memang kami menduga ada human trafcking. Karena tidak resmi. Di bawah umur sudah jadi TKI," kata Bediyanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja Ponorogo, Jumat (6/1/2017) pagi.

Ibed panggilan akrabnya menuturkan sedang mendalami kasus. Dia juga berjanji akan terus mendampinginya. Karena akan ada Fadilla-Fadilla lain jika tidak dikawal.

Ibed menjelaskan setelah ditelisik lebih dalam, data-data yang ada tidak resmi. Yakni dokumen-dokumen untuk kerja di Singapura dipalsukan semua.

Namun, lanjut Ibed, sekarang Pemkab Ponorogo sedang fokus ke kesehatan Fadilla. "Kesehatannya dulu. Tapi sambil juga menyelesaikan lainnya," ujarnya.

Sementara Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, menegaskan, akan menyelesaikan semuanya. Termasuk sampai ke Kementerian Tenaga Kerja.

Dia juga akan mendesak KBRI untuk menyelesaikan. "Pemkab Ponorogo akan terus mendesak," pungkasnya. (mit/ted)

Tag : tkw ponorogo

Berita Terkait

    Komentar

    ?>