Senin, 29 Mei 2017

Imamatul Maesaroh, Penasehat Presiden Obama Pulang ke Malang

Senin, 31 Oktober 2016 19:17:45 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Imamatul Maesaroh, Penasehat Presiden Obama Pulang ke Malang

Malang (beritajatim.com) - Setelah lama menetap di Amerika, Penasehat Presiden Barack Obama Imamatul Maesaroh akhirnya pulang kampung, Senin (31/10/2016).

Didampingi tiga orang kawannya, Imamatul yang sempat menjadi pembicara dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat Amerika beberapa waktu lalu, mendatangi Madrasah Mifathul Ulum di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Mengenakan kaos warna merah, Imamatul nampak bersahaja. Wanita yang sempat menjadi korban perdagangan manusia saat menjadi tenagar kerja wanita (TKW) di Hongkong itu, membagikan ilmu dan kisah hidupnya seputar bahaya trafficking yang terjadi diseluruh belahan dunia.

Dihadapan ratusan siswa-siswi, guru, masyarakat desa dan aparat kepolisian ditempat itu, mereka mendapatkan pengalaman dan ilmu yang berharga dari Imamatul. Wanita yang kini jadi Staf Presiden Obama Bidang Traficking itu berpesan, agar seluruh siswadan siswi menghormati dan menghargai apapun keputusan orang tua.

“Saya dulu berhenti sekolah karena akan dinikahkan. Usia saya masih muda, tapi saya harus menghormati keputusan orang tua.Bagaimanapun juga, kita harus menghargai ayah dan ibu kita,” terang Imamatul, Senin (31/10/2016).

Kata dia, karena menikah diusia muda, ia pun belum siap hingga harus mengadu nasib ke luar negeri menjadi tenaga kerja wanita (TKW). Namun selama tiga tahun, hidup di luar negeri menjadi TKW dengan tanpa pengalaman apapun, membuat dirinya harus menghadapi kenyataan pahit.

“Karena saat itu saya tidak mempunyai informasi apapun. Selama diluar negeri, saya bingung apa yang harus saya lakukan. Sampai 3 tahun lamanya saya dianiaya. Saya tidak betah dan akhirnya memberanikan diri menulis surat,” paparnya.

Meski harus menulis surat dalam bahasa Inggris yang pas-pasan, Imamatul bersyukur dirinya bisa menemukan jalan keluar. “Alhamdulillah, saat itu bahasa Inggris saya pas-pasan. Saya tulis surat dan akhirnya tertolong. Ditolong oleh pihak yayasan dan diberi tempat tinggal,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Imamatul juga berpesan pada seluruh siswa agar tidak tergiur pada seseorang yang memberikan iming-iming jika akan berangkat ke luar negeri. “Saat ini mencari pekerjaan di Indonesia memang sulit. Saya berpesan, jangan mudah percaya pada orang baru yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri jika kita tidak mengenalnya,” kata Ima.

Selama berada di Indonesia, Imamatul juga akan membagikan ilmu dan pemahamannya tentang bahaya Traficking pada generasi muda. Selain dikota asalnya, Kabupaten Malang, Imamatul juga akan membagikan materi terkait bahaya perdagangan manusia di Kota Bogor, Cianjur, Bali dan Jakarta. (yog/ted)

Tag : amerika

Komentar

?>