Kamis, 02 Maret 2017

Inilah Pidato Mengharukan Ima Maisaroh di Amerika Serikat

Rabu, 27 Juli 2016 15:31:19 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
  • Inilah Pidato Mengharukan Ima Maisaroh di Amerika Serikat
  • Inilah Pidato Mengharukan Ima Maisaroh di Amerika Serikat

Malang (beritajatim.com) - Tepuk tangan membahana saat Ima Matul Maisaroh, menyampakain pesan dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat di Philadelphia, Amerika Serikat, Selasa (26/7/2016) kemarin. Wanita kelahiran Dusun Kanigoro, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, 36 tahun silam itu berpidato untuk memberikan dukungan pada Calon Presiden Amerika dari Partai Demokrat, Hillary Clinton (Istri Mantan Presiden Amerika Serikat Ke-42, William Jefferson Clinton alias Bill Clinton-red).

“Ketika akhirnya saya memiliki keberanian melarikan diri dari para pelaku perdagangan manusia, saya akhirnya menemukan rumah di Coalition to Abolish Slavery and Trafficking (CAST). Setelah memperoleh dukungan yang dibutuhkan, saya menemukan kekuatan untuk membantu mereka yang melarikan diri dari kejahatan di seluruh negeri,” kata Ima yang disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta Konvensi.

Dalam sambutanya, Ima juga menjelaskan jika dirinya tumbuh dan lahir di sebuah desa miskin di Indonesia. Saat baru berumur 17 tahun, Ima bercerita jika dirinya dibawa ke Los Angeles dan dijanjikan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Namun pada kenyataanya, Ima justru menghabiskan waktu tiga tahun dalam siksaan. Pada ribuan peserta Konvensi Partai Demokrat, Ima juga memberikan pujian kepada Hillary Clinton sebagai politikus tingkat tinggi di Amerika Serikat.

Di mata Ima, Hillary Clinton telah berjuang cukup lama untuk mengkahiri praktek perbudakan dan perdagangan manusia di Amerika. "Sebelum perdagangan manusia menarik perhatian, sebelum ada aturan untuk mengidentifikasi dan melindungi korban, bahkan sebelum saya bebas dari sindikat perdagangan manusia, Hillary Clinton sudah berjuang melawan perbudakan modern. Selama kariernya Hillary tetap berjuang," tutur Ima.
 
Ima juga menyebutkan perdagangan manusia, tidak hanya terjadi di luar negeri. Tetapi terjadi di sini, di negara Amerika Serikat. Setiap hari, Ima mendengar cerita serupa seperti yang pernah ia alami.
 
Menurut Ima, ada kewaspadaan bahwa akibat perdagangan manusia sangatlah menyedihkan. Ada kecenderungan pula untuk membantu mereka yang selamat di komunitas usaha dan juga gereja. Selain itu adapula komitmen yang makin bertambah untuk mencari solusi inovatif agar generasi yang berhasil selamat, merupakan korban perdagangan manusia yang terakhir.
 
"Saya memiliki harapan, khususnya di saat Hillary Clinton mencalonkan diri sebagai presiden! Sebagai korban selamat dan yang memberikan advokasi, saya harap kita bisa mengakhiri perdagangan manusia," kata Ima saat menutup pidatonya.

  Melihat putri sulungnya berpidato di hadapan para petinggi negara Amerika Serikat, ayah kandung Ima, Turiyo tak kuasa menahan tangis. Turiyo meneteskan air mata kala melihat pidato Ima melalui fasilitas youtube di ponsel yang ditunjukkan wartawan saat bertamu dirumahnya, Rabu (27/7/2016) siang ini.

 
“Saya hanya bisa berdoa. Sebagai orang tua, kami hanya mampu memberikan doa. Semoga pekerjaan Ima sukses di Amerika,” kata Turiyo dengan suara parau.

Turiyo tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya. “Ya senang. Bangga putri saya bisa kerja di Amerika. Supaya sukses, saya hanya bisa berdoa saja,” tambah Turiyo yang pernah di Umroh-kan Ima dua tahun lalu.
 
Ima Matul Maisaroh kini menjadi salah satu anggota Dewan Penasehat Perdagangan Manusia Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama. Ima beberapa kali menggelar rapat kerja bersama Obama serta memberikan saran pada Presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat untuk memberantas perdagangan manusia.

Ima juga dipercaya menjadi staf CAST sejak tahun 2012. Dalam CAST, Ima bertindak sebagai organisator atau koordinator para korban Perbudakan dan Perdagangan Manusia. Organisasi nirlaba inilah yang menolongnya setelah melarikan diri dari siksaan bekas majikannya di Los Angeles, saat Ima masih berumur 17 tahun. [yog/but]

Tag : amerika

Komentar

?>