Jum'at, 16 Nopember 2018

Terkait Panama Papers, Perdana Menteri Islandia Mundur

Rabu, 06 April 2016 09:06:11 WIB
Reporter : -
Terkait Panama Papers, Perdana Menteri Islandia Mundur

Reykjavik - Setelah desakan dan tekanan yang terus menjadi-jadi dari rakyat, akhirnya Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson memutuskan untuk mundur dari jabatannya menyusul keterkaitan namanya dengan dokumen Panama Papers.

Gunnlaugsson sebelumnya menolak untuk mundur dari jabatannya. Penolakan tersebut ia sampaikan dalam wawancara di sebuah stasiun televisi Islandia, Senin (4/4/2016). Namun, kedatangan puluhan ribu warga yang memadati kantor perdana menteri di Reykjavik, ibukota Islandia, pada Selasa (5/4/2016) yang menuntutnya untuk mundur, membuat Gunnlaugsson berubah pikiran.

"Ya, PM Gunnlaugson berjanji akan melepaskan jabatannya," kata Sigurdur Ingi Johannsson, Menteri Agrikultur Islandia, seperti dilansir Washington Post, Rabu (6/4/2016).

Setelah pernyataan resmi tentang kabar pengunduran diri ini, parlemen Islandia belum mengabulkannya. Sebab pada Selasa memang belum ada jadwal unuk melakukan rapat parlemen.

Menanggapi kasus yang menimpa kepala pemerintahannya, Presiden Olafur Ragnar Grimson, selaku kepala negara Islandia, menyatakan masih akan berbicara lebih lanjut dengan para pemimpin politik dan pihak lainnya sebelum membuat keputusan.

"Kami masih mempertimbangkan pengunduran dirinya. Saya akan rundingkan masalah ini dengan para politisi lain guna memutuskan untuk menerima atau menolak surat pengunduran dirinya," ujar Grimson.

Berdasarkan bocoran dokumen yang terhimpun dalam Panama Papers, Gunnlaugsson dan istrinya, Anna Sigurlaug Palsdottir, disebut memiliki perusahaan offshore di Kepulauan Virgin, teritori Inggris Raya, dengan bantuan firma hukum Mossack Fonseca. Perusahaan fiktif ini diduga sebagai sarana pencucian uang untuk menghindari pajak yang seharusnya masuk ke kas negara.

Ketika kabar itu pertama kalinya terungkap ke publik, Gunnlaugsson membantah ia dan istrinya memiliki perusahaan fiktif di luar negeri. Ia pun menolak mengakui bahwa dirinya telah melakukan pelanggaran fiskal.

Mendengar bahwa sang perdana menteri kemungkinan terjerat kasus penggelapan pajak dan upaya pencucian uang, rakyat Islandia segera turun ke jalanan pusat kota dan meminta parlemen memecat Gunnlaugsson dari jabatannya. Massa yang marah melempari gedung pemerintah dengan telur busuk, menabuh genderang, dan memukul-mukul segala benda yang mereka bawa.

Desakan menjelang pemilu ini, akhirnya membuat Gunnlaaugsson menyerah. Meski belum secara gamblang mengakui kesalahannya, namun ia telah memutuskan untuk mundur dari jabatan perdana menteri. Kini nasibnya pun berada di tangan parlemen.[inilah.com]

Tag : islandia

Komentar

?>