Kamis, 23 Nopember 2017

Bangunan Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW Digusur?

Minggu, 16 Nopember 2014 14:37:51 WIB
Reporter : -
Bangunan Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW Digusur?

Jakarta--Kabar tak sedap kembali datang dari Arab Saudi. Bangunan tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW diberitakan telah rata dengan tanah karena digusur Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Penghancuran ini seiring dengan rencana pemerintah setempat memperluas Masjidil Haram dengan dalil untuk menampung lebih banyak lagi jemaah haji. Menurut data lembaga riset Gulf Institute, 95% situs berusia lebih dari seabad di dua kota suci umat Islam sudah mulai dihancurkan otoritas Saudi dan digantikan bangunan baru.

Mufti Agung Saudi, Syekh Abdul Aziz Bin Abdullah al-Syekh tidak membantah atau membenarkan informasi itu. Namun dia meminta umat sebaiknya memandang isu ini dari kepentingan Arab Saudi supaya jemaah haji bisa beribadah lebih nyaman.

Lagi pula, katanya, sering terjadi praktik menjurus syirik yaitu memuja rasul secara berlebihan di lokasi tersebut.

"Tidak ada bukti rumah dan bangunan bawah tanah itu adalah tempat kelahiran Nabi Muhammad. Sehingga dilarang bagi jemaah untuk beribadah atau berdoa di sini," tandasnya seperti dilansir Press TV sebagaimana dikutip sebuah situs berita nasional, Minggu (16/11/2014).

Lokasi rumah yang menjadi situs kelahiran nabi di sisi barat daya Masjidil Haram. Dari informasi yang beredar, proyek ini sekaligus menambah mal, bukan hanya memperluas masjid.

Menurut Dr Irfan Alawi, yang tiga bulan lalu mengabarkan rencana penghancuran situs sejarah kediaman dan makam Rasulullah di Madinah, proyek penggusuran lain dijalankan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Bangunan kerap disebut lokasi kelahiran Nabi Muhamamd di Makkah telah rata dengan tanah.

Namun Alawi tidak yakin keputusan ulama Saudi sudah mempertimbangkan masukan sejarawan. Bila tempat itu dianggap keliru, mengapa kerajaan dulu membangun perpustakaan di atas ruang bawah tanah sebagai monumen.

Dengan berakhirnya musim haji, Alawi khawatir tempat kelahiran Nabi Muhammad sepenuhnya hancur pada Desember mendatang. "Tanpa ada gerakan konkret, situs itu tinggal sejarah. Saya mengusulkan kita berusaha jaga ruangan yang menjadi tempat kelahiran nabi," ungkapnya.

Beberapa bulan lalu, umat Islam Indonesia dihebohkan kabar bahwa Pemerintah Arab Saudi memindahkan makam Nabi Muhammad di Masjid Nabawi di Kota Madinah.

Kabar ini muncul dalam dokumen sepanjang 61 halaman. Dalam dokumen disebutkan makam nabi akan dipindahkan ke pemakaman al-Baqi. Sisa-sisa jenazah nabi nantinya akan dikuburkan tanpa nisan atau tanpa identitas.

Atas kehebohan itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kemudian mengklarifikasi kepada pihak Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Hasilnya, Pemerintah Arab Saudi tidak ada rencana dan tidak akan pernah memindahkan makam Rasullullah SAW dari Masjid Nabawi di Madinah.

Kini, kabar tak sedap kembali datang bahwa bangunan tempat kelahiran nabi dibongkar pemerintah Arab Saudi, benarkah? [air]

Sumber : Inilah.com

Berita Terkait

    Komentar

    ?>