Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Terkair Kasus Habib Bahar

Ketua GNPF-Ulama Khawatir Polri Jadi Alat Kekuasaan

Jum'at, 07 Desember 2018 21:36:56 WIB
Reporter : -
Ketua GNPF-Ulama Khawatir Polri Jadi Alat Kekuasaan

Jakarta (beritajatim.com) - Ketua GNPF-Ulama Ustadz Yusuf Muhammad Martak menyayangkan 'gesitnya' kepolisian dalam mengusut kasus Habib Bahar Bin Smith.

"Polisi bertindak sigap dan cepat manakala yang dianggap sebagai pelakunya adalah ummat Islam dan para tokohnya," katanya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

Sebaliknya, jika pelakunya adalah nonmuslim atau mereka yang mendukung penguasa, Polisi terkesan lambat bahkan mengabaikan proses yang seharusnya ditempuh.

"Bahwa kami sangat mengkhawatirkan hukum di negeri ini telah menjadi alat kekuasaan, tampak jelas dari perlakuan Polisi terhadap Habib Rizieq Shihab, Bun Yani, Habib Mahdi Shahab, ustadz Alfian Tanjung, dan sejumlah tokoh lainnya yang dengan sigap dan cepat diproses," ungkapnya.

Namun sebaliknya, perlakuan berbeda dan cenderung mengabaikan dilakukan kepada mereka yang mendukung rezim, kendati sudah dilaporkan.

"Seperti Ade Armando, Victor Laiskodat, Permadi Arya alias Abu Janda, Sukmawati Soekarno Putri, Royson Jordhany (16) yang menghina dan mengancam membunuh Jokowi dan lainnya," bebernya.

Oleh karena itu, GNPF-Ulama menyerukan agar hukum dikembalikan fungsinya sebagaimana mestinya. Kepolisian RI harus bertindak profesional dan proporsional sesuai UU dan ketentuan yang berlaku. [jat]

Sumber : inilah.com

Komentar

?>