Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

3.892 Pelanggar Terjaring Operasi Zebra Semeru di Pamekasan

Selasa, 13 Nopember 2018 00:14:05 WIB
Reporter : Samsul Arifin
3.892 Pelanggar Terjaring Operasi Zebra Semeru di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) - Sebanyak 3.892 pelanggar terjaring Operasi Zebra Semeru 2018 yang digelar Satlantas Polres Pamekasan selama 14 hari terakhir, terhitung sejak Selasa (30/9/2018) hingga Senin (12/11/2018).

Jumlah tersebut terdiri dari berbagai jenis pelanggaran berbeda, namun sebagian besar pelanggaran yang sangat dominan akibat pengendara tidak mengenakan helm yang mencapai sebanyak 1.297 pelanggar. Disusul pengendara tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yang mencapai sebanyak 1.220 pelanggar.

"Jenis pelanggaran didominasi pengendara motor yang tidak mengenakan helm, yakni mencapai sebanyak 1.297 pelanggar. Berikutnya tidak memiliki SIM sebanyak 1.220 pelanggar, sebanyak 504 pelanggar melawan arus, 441 pelanggaran safety belt, 245 pengendara di bawah umur, serta sebanyak 185 menggunakan Hp (Handphone) saat berkendara," kata Kasat Lantas Polres Pamekasan AKP Didik Sugiarto.

Tidak hanya itu, mayoritas pelanggaran juga didominasi kendaraan roda dua dibandingkan kendaraan roda empat. "Untuk jenis pelanggaran didominasi kendaraan roda dua, yakni mencapai sebanyak 3.286 pelanggaran," ungkapnya.

"Sementara untuk pelanggar masih didominasi karyawan swasta yang mencapai angka sebanyak 1.884 pelanggaran, sedangkan usia pelanggar terbanyak adalah usia produktif antara 26 hingga 30 tahun yang mencapai angka sebanyak 1.756 pelanggaran," jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para pengendara, baik pengendara roda dua maupun roda empat agar selalu memprioritaskan tertib berlalu lintas demi keselamatan pribadi ataupun pengendara lainnya. "Bagaimanapun yang namanya kecelakaan itu berawal dari pelanggaran," bebernya.

"Persiapkan surat-surat berupa SIM dan STNK, pakai helm SNI untuk pengendara motor, pasang sabuk pengaman untuk roda empat, perhatikan batas kecepatan, dilarang melawan arus, berkendara jangan menggunakan Hp dan utamakan keselamatan berlalu lintas," imbaunya.

Dari itu pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. "Mari kita budayakan keselamatan sebagai kebutuhan, stop pelanggaran, stop kecelakaan. Sebab keselamatan juga untuk kemanusiaan," pungkasnya. [pin/suf]

Tag : lalu lintas

Komentar

?>