Rabu, 21 Nopember 2018

Tertib Lalu-lintas di Mojokerto, Pengendara Dapat Hadiah

Kamis, 08 Nopember 2018 14:55:18 WIB
Reporter : Misti P.
Tertib Lalu-lintas di Mojokerto, Pengendara Dapat Hadiah

Mojokerto (beritajatim.com) - Satlantas Polres Mojokerto mempunyai cara sendiri untuk membuat para pengendara di jalan raya tertib lalu lintas khususnya pengendara roda dua.

Seperti yang dilakukan dalam Operasi Zebra Semeru 2018 di depan Mako Polres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Operasi hari ke 10 kali ini, anggota kepolisian memberikan berbagai hadiah bagi mereka pengendara kendaraan roda dua yang tertib lalu lintas. Yakni berupa helm Standar Nasional Indonesia (SNI), jas hujan,  makanan dan minuman. Sementara bagi mereka yang melanggar, petugas akan memberikan  surat tilang.

Setiap pengendara yang kedapatan melanggar, maka akan diarahkan petugas ke meja tilang. Sementara para pengendara yang tertib mendapat kesempatan untuk memilih hadiah di toples undian. Dalam toples undian tersebut mereka akan mendapatkan kupon berisi hadiah yang berhak mereka bawa pulang.

Salah satu pengedara asal Mojokerto, Purwo (25) mengatakan, ia tidak mengira bila dengan tertib berlalu-lintas ia akan mendapatkan hadiah. Setelah mengambil kupon undian di dalam toples, ia mendapatkan jas hujan. "Senang karena sekarang kan sudah mau musim hujan," ungkapnya, Kamis (8/11/2018).

Sementara itu, Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Boby Zulfikar mengatakan, secara umum razia Operasi Zebra Semeru 2018 tersebut dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. "Kita buat inovasi baru, yakni bagi pengendara yang lengkap akan mendapatkan hadiah. Ada helm, jas hujan,  minuman dan makanan ringan," katanya.

Namun, lanjut Kasat, bagi para pengendara yang tidak lengkap dan melanggar lalu-lintas, tetap akan di tilang. Selain upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas tujuan utama operasi berhadiah kali ini, yakni ingin menunjukan jika polisi bukan hanya bisa menilang saja melainkan polisi lalu lintas juga bisa melakukan upaya preemtif dan preventif.

"Yakni dengan mengedepankan hubungan baik dengan masyarakat. Sampai saat ini, pelanggaran lalu lintas banyak didominasi pengendara tidak mempunyai SIM, tidak membawa STNK, melanggar batas kecepatan, mengemudi menggunakan ponsel serta melawan arus lalu lintas," ujarnya.

Kasat menambahkan, terbukti dengan gencar dilakukan razia cukup efektif menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Mojokerto. Selama 10 hari Operasi Zebra tahun ini, hanya terjadi tujuh kecelakaan dengan korban luka ringan 7 tujuh orang. Sementara dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah kecelakaan mencapai 15 kasus.

Dengan jumlah korban meninggal sebanyak dua orang dan sebanyak lima orang luka berat. Operasi Zebra Semeru 2018 sendiri  dilaksanakan mulai 30 Oktober 2018 hingga 12 November 2018.[tin/ted]

Komentar

?>