Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Modus Tawarkan Pekerjaan

Mengaku Polisi, Pria Ini Tipu Korbannya Jutaan Rupiah

Selasa, 06 Nopember 2018 09:41:33 WIB
Reporter : M. Ismail
Mengaku Polisi, Pria Ini Tipu Korbannya Jutaan Rupiah

Sidoarjo (beritajatim.com) - Satreskrim Polresta Sidoarjo menangkap Suhermanto (36), pelaku penipuan dan penggelapan dengan mengaku sebagai PNS Pemkot Surabaya dan anggota Polrestabes Surabaya.

Modus penipuan yang dilakukan pria tinggal di Jl Flamboyan Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan itu mengaku-ngaku kepada korbannya bisa memasukkan korbannya bekerja sebagai tukang parkir di bandara Internasional Juanda dan pegawai PT Gudang Garam, dengan syarat memberi uang pelicin.

"Uang yang ditarik atau dibebankan kepada korban nilainya variatif. Korban diminta menyerahkan uang senilai Rp 4 juta sebagai tukang parkir dan uang sebesar Rp 6 juta dijamin bisa masuk sebagai pegawai PT Gudang Garam," kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol M Harris, Selasa (6/11/2018).

Harris mengungkapkan, Suhermanto melakukan penipuan terhadap 4 korban yang sudah diperiksa. Ada korban lain mengaku kena tipu, namun masih dalam penyelidikan, karena buktinya belum lengkap.

"Dari laporan korban, kami menyita sejumlah bukti setoran uang kepada pelaku. Ini sebagai barang bukti penipuan yang dilakukan oleh tersangka," ungkap Harris.

Masih kata dia, para korban sering menagih janji kepada pelaku soal yang pekerjaan dijanjikan, namun tak kunjung masuk kerja. "Korban merasa ditipu dan akhirnya melaporkan kasus ini ke Polresta Sidoarjo. Laporan kami tindaklanjutib dan melakukan penangkapan pelaku," sebut Harris.

Dari tangan Suhermanto, petugas menyita beberapa pakaian atau seragam pelaku yang dibuat kedok dalam menipu. Pakaian yang dimaksud mulai seragam PNS dan Polisi.

Pelaku dalam membujuk korban juga menggunakan surat perjanjian bermaterai untuk modus menguatkan kalau korban bisa masuk kerja yang dijanjikan.

"Namun semua itu modus pelaku dalam memuluskan penipuannya. Pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP," tegas Harris menutup. [isa/suf]

Tag : penipuan

Komentar

?>