Minggu, 18 Nopember 2018

Bikin SIM Sendiri, 4 Warga Banyuwangi Ditangkap Polisi

Rabu, 24 Oktober 2018 00:27:35 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Bikin SIM Sendiri, 4 Warga Banyuwangi Ditangkap Polisi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Aksi nekat dilakukan oleh kawanan orang di Banyuwangi. Demi memuluskan aktivitasnya mencari rejeki, mereka terpaksa melakukan berbagai cara.

Salah satunya membikin semacam biro untuk pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Namun, alih-alih mendapat rejeki halal melainkan mereka memilih jalan yang tidak dibenarkan oleh aturan.

Pasalnya, aktivitas mereka dinilai ilegal. Karena, SIM yang dimaksud bukanlah surat izin resmi dari kepolisian, melainkan hanya sebuah tiruan atau palsu belaka.

Akibatnya, Polres Banyuwangi melalui Unit Resmob Satreskrim berhasil mengamankan 4 terlapor. Di antaranya, Ponidi, Dusun Sukorejo RT 001/002 Desa Sukomaju, Kecamatan Srono, Anwar alias Alex, alamat Dusun Krajan RT 003/007 Desa Setail, Kecamatan Genteng. Dua lainnya, yaitu Ponari, warga Dusun Maron RT 005/ 001 Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng dan Witarto alamat Dusun Krajan RT 006/001 Desa Sragi, Kecamatan Songgon.

Menurut Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratistha Wijaya, kasus ini berawal dari seseorang bernama Agus Hadi Purnomo yang melakukan pengecekan SIM di ruang Satpas Mapolres Banyuwangi untuk mengetahui keaslian SIM miliknya tersebut. Setelah dilakukan pengecekan ditemukan, SIM golongan B1 Umum miliknya adalah palsu.

"Yang diperiksa ada dua, tapi yang SIM A itu asli. Kemudian temuan ini dilaporkan oleh AIPDA AFANDI ke SPKT," jelas Panji, Selasa (23/10/2018).

Berdasarkan informasi tersebut, Unit Resmob bergerak cepat mengamankan sejumlah orang tersebut. Mereka memiliki peran berbeda-beda.

"Awalnya mengamankan Ponidi di halaman rumahnya, setelah dilakukan pemeriksaan kemudian dilakukan pengembangan dan penangkapan terhadap Anwar di rumahnya. Dia sebagai perantara dari Ponidi. Dua orang lainnya juga ditangkap, yakni Ponari dan Witarto," ungkapnya.

Peran mereka, kata Panji, Ponidi, Anwar dan Ponari merupakan perantara dari Witarto. Sementara nama paling akhir disebut selaku eksekutor pembuat atau pengganti SIM palsu tersebut.

"Empat orang ini diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 ayat (1) Jo pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP," terangnya.

Barang Bukti yang berhasil diamankan antara lain, satu buah SIM golongan B1 Umum atas nama Agus Hadi Purnomo, satu buah screen sablon ukuran 30 x 40 cm dan 5 lembar transfer lettering merk Glory bersama kertas lapisannya. [rin/but]

Tag : pemalsuan

Komentar

?>