Minggu, 18 Nopember 2018

Petugas Bea Cukai Gerebek Pabrik Miras di Malang Selatan

Selasa, 23 Oktober 2018 13:41:15 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Petugas Bea Cukai Gerebek Pabrik Miras di Malang Selatan

Malang (beritajatim.com) - Sebuah pabrik yang diduga jadi tempat produksi minuman keras (Miras) ilegal di digrebek petugas Bea Cukai Malang, Selasa (23/10/2018).

Dari penggrebekan di pabrik yang terletak di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang itu,  petugas  berhasil mengamankan 105 liter Miras siap konsumsi yang dikemas dalam tiga jerigen plastik.
Petugas juga mengamankan sejumlah alat produksi seperti tungku, wajan dan drum di dua lokasi yang jaraknya berdekatan.

Dua lokasi pembuatan miras itu diduga kuat milil SUT (42), warga RT 01/ RW 07 desa setempat. Saat penggrebekan, SUT yang selama berpuluh-puluh tahun dikenal sebagai produksi Miras terbesar ini tidak ada ditempat.

“Kami tidak berhak memberikan keterangan. Silahkan datang ke kantor,” kata salah seorang petugas Bea Cukai ditemui dilokasi penggrebekan, Selasa (23/10/2018).

Petugas Bea Cukai terus melakukan penyisiran disejumlah titik. Dari rumah HR, warga RT 06/ RW 01 Desa Sindurejo, petugas gabungan yang terdiri dari lima mobil ini berhasil mengamankan sebanyak 5 jurigen  masing-masing berisi 25 liter Miras siap konsumsi dan 2 galon berisi 15 liter.
“Pak HR kabur mas.Sebagai pengganti, ST (41) isterinya dibawa ke kantor Bea Cukai untuk dimintai keterangan,” kata salah seorang warga yang sempat menyaksikan prosesi penggrebekan.

Pembuatan miras yang kerab disebut Trobas itu sudah cukup lama diproduksi. Kabarnya, dalam satu hari, pembuat Trobas dikawasan itu bisa memproduksi sebanyak500 liter. Dari dua buah tungku besar tempat memproduksi miras, mampu menghasilkan miras sebanyak 35 liter dengan estimasi waktu pembuatan sekitar 3,5 jam saja. Sementara produksi miras bisa satu hari penuh dengan harga jual Rp.27 ribu per liternya. (yog/ted)

Tag : miras malang

Komentar

?>