Kamis, 18 Oktober 2018

Edarkan Sabu, Warga Sidoarjo Ini Dihukum 10 Tahun

Jum'at, 12 Oktober 2018 18:06:29 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Edarkan Sabu, Warga Sidoarjo Ini Dihukum 10 Tahun

Surabaya (beritajatim.com) - Majelis hakim yang diketuai Timur Pradoko menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun pada Achmad Afandi als Helos bin Moch Soleh.
Warga Bebekan Sidoarjo ini dinyatakan bersalah karena mengerarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Selain hukuman badan, pria kelahiran 35 tahun silam ini juga didenda membayar uang pada negara sebesar Rp 1 miliar dan apabila tidak mampu membayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

"Terdakwa secara sah dan meyakinkan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu," ujar hakim Timur dalam vonisnya.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siska Christina dari Kejari Tanjung Peral yang menuntut pidana penjara selama 15 tahun, denda Rp 1 miliar dan subsider dua tahun kurungan.

Atas vonis yang diputuskan Majelis Hakim tersebut langsung disambut dengan kata terima oleh terdakwa yang didampingi Patni Ladirto Palonda selaku kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) LACAK.

Untuk diketahui, bahwa perkara tersebut terjadi pada Kamis 10 Mei 2018 sekira pukul 05'00 wib petugas menangkap terdakwa dikamar kostnya dijalan Bebekan Masjid Sidoarjo, dalam penangkapan tersebut saat dilakukan penggeledahan petugas menemukan barang bukti berupa (1) satu kaleng plastik yang didalamnya terdapat (24) dua puluh empat poket shabu dengan berat masing masing 0,32 gram, 0,30 gram, 0,36 gram, 0,34 gram, 0,28 gram, 0,34 gram, 0,30 gram, 0,38 gram, 0,32 gram, 0,36 gram, 0,36 gram, 0,30 gram, 0,34 gram, 0,40 gram, 0,36 gram, 0,30 gram, 0,38 gram, 0,28 gram, 0,34 gram, 0,32 gram, 0,32 gram, 0,40 gram, 0,32 gram, 0,30 gram.

Kemudian ditemukan lagi (1) satu buah dompet yang didalamnya terdapat (4) empat poket yang didalamnya berisi shabu dengan berat masing masing 0,93 gram, 0,65 gram, 0,85 gram, 0,60 gram dan juga (1) satu dompet warna biru yang didalamnya terdapat (10) sepuluh poket shabu dengan berat masing masing 0,75 gram, 0,95 gram, 0,80 gram, 1,10 gram, 1,19 gram, 0,79 gram, 0,67 gram, 1,15 gram, 1,18 gram, 1,13 gram, dan (4) empat sedotan plastik.

Satu lagi sebuah dompet warna coklat yang didalamnya terdapat (7) tujuh plastik klip kosong (1) satu buah sendok dan (2) dua buah korek api serta 1 satu buah buku tabungan BRI 1 satu buah ATM BRI, 1 satu buah buku tabungan BNI dan 1 satu buah ATM BNI.

Ketika di interogasi petugas terdakwa mengaku jika mendapatkan barang tersebut dari Ekit (DPO) yang rencananya akan dijual lagi dengan harga Rp 150 - 200 ribu/poket.

Atas perbuatan terdakwa tersebut, JPU Siska Christina menjeratnya sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika. [uci/ted]

Komentar

?>