Kamis, 18 Oktober 2018

Kronologi Eddy Sindoro Menyerahkan Diri ke KPK

Jum'at, 12 Oktober 2018 17:56:40 WIB
Reporter : -
Kronologi Eddy Sindoro Menyerahkan Diri ke KPK

Jakarta (beritajatim.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Chairman PT Paramount Enterprise Internasional, Eddy Sindoro menyerahkan dari pelariannya saat berada di Singapura.

Sebelumnya, selama dua tahun, Eddy kerap berpindah-pindah negara untuk menghindari kejaran KPK yang sudah memasukkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Jadi melalui Atase Kepolisian di Singapura, pagi hari ini waktu setempat," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jumat (12/10/2018).

Dalam proses ini bahwa KPK dibantu oleh otoritas Singapura, instansi terkait seperti Polri, Imigrasi, dan kedutaan.

Saut mengatakan sekitar pukul 12.20 waktu setempat Eddy dibawa ke Jakarta. Tim KPK yang membawa Eddy sampai sekitar pukul 14.30 WIB, di Gedung KPK.

"Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan," ujarnya.

Sebelum ditangkap, kata Saut, pihaknya telah memasukkan nama Eddy dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada sekitar Agustus 2018. Eddy lantas dideportasi ke Indonesia pada 29 Agustus 2018.

Namun, dia berhasil keluar kembali menuju Bangkok, Thailand, pada waktu yang sama.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Eddy sebagai tersangka suap kepada mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, pada akhir 2016. Eddy diduga memberikan sejumlah uang kepada Edy Nasution terkait pengurusan PK.

Belakangan diketahui Eddy telah berada di luar negeri sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik lembaga antirasuah. Dalam proses penyidikan, KPK turut menduga mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhahadi Abdurrachman terlibat dalam kasus dugaan suap ini.

Penyidik KPK telah menyita uang sejumlah Rp1,7 miliar dan sejumlah dokumen dari rumah pribadi Nurhadi. Nurhadi mengaku mengenal dekat Eddy sejak masih duduk di bangku SMA. Nurhadi juga sudah beberapa kali mondar-mandir ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. [ton]

Sumber : inilah.com
Tag : korupsi

Komentar

?>