Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Grup Medsos Homoseks dan Lesbian Ponorogo Hebohkan Warga

Jum'at, 12 Oktober 2018 16:38:07 WIB
Reporter : D. Istimora
Grup Medsos Homoseks dan Lesbian Ponorogo Hebohkan Warga

Ponorogo (beritajatim.com) – Na’udzubillahimindzalik, amit-amit jabang bayi. Begitulah reaksi warga Ponorogo saat melihat sebuah grup di jejaring media sosial facebook yang bernama ‘Gerakan Gay Ponorogo’. Sebuah grup yang selama dua hari terakhir menghebohkan warga Ponorogo.

Dari laman depannya, grup ini bukan baru saja dibuat. Dalam keterangannya, grup ini dibuat pada 7 November 2014 atau hampir empat tahun lalu. Grup ini adalah sebuah grup publik atau grup terbuka dan siapa saja bisa bergabung di dalamnya.

Satu-satunya admin dalam grup ini menggunakan akun Cah Reog. Di bagian deskripsi grup, ia menuliskan bahwa salah satu cara untuk membangkitkan percaya diri adalah menanamkan pemikiran ke dalam diri masing-masing bahwa menjadi gay atau lesbian bukanlah sebuah kesalahan.

“Ada yang bilang, karena kita gay, maka kita’ sakit’. Salah satu cara membangkitkan rasa percaya diri, itu kembali ke pribadi masing – masing dan jati diri setiap individu, terutama menanamkan dalam pikiran  bahwa jadi gay atau lesbian itu tidak lah salah..... salam :),” tulis Cah Reog dalam deskripsi grup buatannya tersebut.

Sebagai sampul atau cover, dipasang foto empat orang lelaki bule yang sedang bersantai berjemur. Keempatnya bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek. Mereka seolah dua pasangan yang sedang bermesraan. Satu orang tampak sedang bersandar di paha pasangannya dan dua orang lagi tampak berangkulan. Sebuah label grup gerakan gay ponorogo jelas terlihat ketika dibuka dengan komputer, ponsel pintar maupun dengan tablet.

Yang membuat heboh, ternyata grup ini telah memiliki anggota lebi dari 790 orang pada Jumat (12/10/2018) ini. Ada penambahan  30 anggota baru selama 30 hari terakhir. Di dalamnya juga terhadap berbagai foto seronok dan gambar komik tidak senonoh.

Beberapa percakapan pada beberapa hari terakhir menyebut-nyebut salah satu daerah di Ponorogo sehingga banyak yang yakin grup itu benar keberadaanya di Ponorogo.

“Astaghfirullah, Na’udzubillahimindzalik. Itu kan berarti banyak sekali gay dan lesbi atau mereka yang punya perilaku homoseksual di sini,” ungkap Zainuri, salah satu warga Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Ponorogo. Meski pun mungkin tidak semua member grup ini adalah lesbian, gay, biseksual dan transgender atau LGBT, namun jumlah itu menurut Zainuri cukup mengejutkan.

Warga lain, RN, mengaku tergabung dalam grup tersebut sejak beberapa waktu lalu. Namun ia bukan gay yang ingin mencari pasangan atau ikut memposting foto, gambar atau kata-kata seronok. Ia hanya ingin tahu apa yang akan dilakukan para LGBT tersebut.

“Saya join pakai akun palsu. Ya lihat-lihat aja. Ternyata ada orang-orang aneh seperti itu di sekitar kita. Tapi sepertinya memang tidak semua membernya adalah akun asli, banyak yang palsu. Juga banyak yang dari luar Ponorogo atua bahkan dari luar negeri tapi orang Indonesia. Mungkin TKI iseng,” pungkas bapak satu anak ini.

Reaksi Sofie, berbeda dengan Zainuri dan RN. Gadis 21 tahun salah satu karyawan kontrak di salah satu dinas Pemkab Ponorogo ini mengaku jijik melihat cover dari grup ‘Gerakan Gay Ponorogo’ ini.

“Bukan sok suci lah, tapi apa gak takut dosa begitu itu. Kalau benar ada orang-orang seperti itu, bahaya nih. Bisa dikasih gempa dahsyat dan dikubur hidup-hidup sama Allah kita di sini, seperti kaum nabi Luth. Mereka yang maksiat kita dapat gempanya juga. Amit-amit,” ucapnya. [dil/kun]

Tag : lgbt

Komentar

?>