Kamis, 18 Oktober 2018

Penjelasan Rendra Kresna, Soal Fee Proyek Untuk Bayar Dana Kampanye

Jum'at, 12 Oktober 2018 10:49:55 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Penjelasan Rendra Kresna, Soal Fee Proyek Untuk Bayar Dana Kampanye

Malang (beritajatim.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Malang Rendra Kresna sebagai tersangka dalam dua perkara sekaligus terkait Penyediaan Sarana pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang dan proyek lainnya.

KPK menyebut, dalam kasus suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang dan gratifikasi dilakukan untuk membayar utang atau pinjaman uang yang digunakan untuk kampanye di Pilkada.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, Rendra bersama sejumlah tim sukses, termasuk Ali Murtopo (AM) yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini melakukan pertemuan untuk membahas dana kampanye untuk proses pencalonan sebagai Bupati Malang periode 2010-2015.

Rendra Kresna membantah jika fee proyek untuk membayar dana kampanye pada periode dirinya maju sebagai bupati. Ia mengaku tidak menerima gratifikasi dan suap.

"Saya tidak menerima. Memang saat penggeledahan, salah satunya yang disita ada berkas tagihan dari orang yang menagih kepada saya. Itu atas nama Sugihono," kata Rendra Kresna, Jumat, (12/10/2018).

Rendra Kresna mengaku tidak mengetahui aktifitas kampanye yang diklaim oleh Sugihono pada periode kedua dirinya maju. Sehingga tagihan itu dibiarkan dan tidak digubris. Namun tagihan yang tersimpan dirumahnya kini disita oleh KPK.

"Sudah saya tanya mengeluarkan uang sebanyak itu yang merintah siapa ? Katanya, ya tidak ada. Tidak ada perjanjian dengan Timses. Dia ngeklaim telah melakukan kegiatan kampanye yang menghabiskan uang sekian padahal saya tidak tahu kegiatannya," tandasnya. (luc/kun)

Tag : korupsi malang

Komentar

?>